Kebakaran di Kampung Adat Sukabumi Hanguskan Rumah Sekdes Sirnaresmi, 4 Bangunan Lain Rusak
SUKABUMI — Kobaran api melalap permukiman warga di RT 02 RW 01 Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 08.10 WIB. Insiden tersebut menghanguskan kediaman panggung milik Vilka Mandala alias Aa Filka, yang menjabat sebagai Sekdes Sirnaresmi sekaligus putra dari Ketua Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha.
Tak hanya membakar habis hunian utama dan satu unit MCK, jilatan api juga merembet hingga menyebabkan kerusakan pada empat rumah lain di sekitarnya. Berdasarkan pendataan awal di lapangan, seluruh korban selamat dan tidak ada laporan terkait warga yang terluka.
Daftar Warga Terdampak dan Kerusakan Bangunan
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, memaparkan data kerusakan fisik serta identitas para penghuni yang terkena dampak rambatan api.
"Dampak kebakaran menyebabkan satu unit rumah habis terbakar atas nama Vilka Mandala yang dihuni 1 KK berisi 4 jiwa, satu unit MCK ludes, serta empat unit rumah lainnya mengalami rusak ringan," ujar Andri dalam laporan tertulis Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi.
Adapun empat unit rumah warga yang tercatat mengalami rusak ringan dihuni oleh:
- Dandi Septian (1 KK, 3 jiwa)
- Itom (1 KK, 4 jiwa)
- Janim (1 KK, 4 jiwa)
- Unen (1 KK, 3 jiwa)
Keluarga Sekdes yang beranggotakan empat jiwa saat ini telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman setelah kehilangan tempat tinggal.
Pemicu Korsleting Listrik dan Upaya Pemadaman
Mengenai sumber petaka, percikan api diduga kuat berasal dari gangguan arus pendek listrik di bagian dalam rumah Sekdes Sirnaresmi. Besarnya hembusan hawa panas membuat api leluasa menjangkau bagian atap struktur bangunan terdekat.
"Informasi awal diduga dari listrik di rumah Pak Filka. Apinya sangat besar sehingga menjilat bangunan lain di dekatnya. Rumah Pak Dadi terbakar sebagian, lalu rumah Pak Itom di atas MCK, dan rumah Pak Dandi," tutur Suminta, relawan Paguris.
Kompleks rumah adat di kawasan tersebut luput dari kehancuran total lantaran respons cepat masyarakat setempat. Warga langsung bahu-membahu memadamkan api secara mandiri memakai pasokan mata air terdekat, ditunjang material atap asbes pada sebagian bangunan tetangga yang menghambat laju bara api.
"Lokasi sekarang sudah aman dan dingin. Pendinginan dilakukan oleh petugas Damkar dengan mengerahkan dua unit armada, dibantu satu kendaraan dari Kodim, serta dukungan dari Linmas dan pihak Muspika Kecamatan Cisolok," ungkap Suminta saat dikonfirmasi terpisah.
Penyelidikan Lapangan dan Bantuan Mendesak
Aparat gabungan masih terus mengumpulkan petunjuk guna memastikan akar masalah kebakaran tersebut. Koordinasi aktif terus berjalan antara perangkat Desa Sirnaresmi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta regu Damkar.
"Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Penanganan di lapangan dilakukan melalui koordinasi bersama pihak Desa Sirnaresmi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Damkar," kata Andri.
Setelah lokasi dinyatakan kondusif, prioritas utama kini bergeser pada penyaluran logistik darurat. Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak berupa bantuan kebutuhan dasar hidup, sandang, dan pangan.