Festival Layang-Layang Surabaya 2026 Diikuti 100 Peserta Mancanegara, Bentuk Trilobit Jadi Daya Tarik Wisatawan

Layang-layang berbentuk trilobit diterbangkan peserta dalam Festival Layang-Layang Surabaya 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Penulis: Galih
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:04:32 WIB

Sebanyak 100 peserta dari dalam negeri dan mancanegara memeriahkan Festival Layang-Layang Surabaya (Surabaya Kite Festival) 2026 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). Ajang tahunan ini tidak hanya memamerkan kreasi layang-layang raksasa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan magnet kunjungan wisatawan ke Kota Pahlawan.

SURABAYA — Langit Surabaya berubah menjadi galeri seni terbuka saat puluhan layang-layang berwarna-warni diterbangkan para peserta. Salah satu yang menyita perhatian adalah layang-layang berbentuk hewan purba Trilobit yang terbang stabil di antara puluhan kreasi lain, mulai dari bentuk geometris, karakter fiksi, hingga motif tradisional.

Kegiatan yang berlangsung seharian ini mempertemukan para penggiat layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dengan peserta internasional. Mereka saling unjuk kebolehan dalam menerbangkan dan merancang layang-layang dengan berbagai ukuran, motif, dan warna.

Bukan Sekadar Hobi, Ini Dampaknya ke Ekonomi Lokal

Penyelenggaraan festival ini sengaja dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Keramaian pengunjung yang datang untuk menyaksikan atraksi di langit secara langsung meningkatkan omzet pedagang kuliner dan suvenir di area lokasi acara.

Selain itu, event berskala internasional ini diharapkan mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan di Surabaya. Dengan begitu, dampak belanja tidak hanya dirasakan di lokasi festival, tetapi juga menyebar ke hotel, restoran, dan tempat wisata lain di kota ini.

Trilobit dan Kreasi Unik yang Mewarnai Langit Kota Pahlawan

Salah satu peserta menerbangkan layang-layang berbentuk Trilobit, hewan laut purba yang sudah punah. Bentuknya yang tidak lazim menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang penasaran dengan teknik pembuatan dan keseimbangan layang-layang tersebut.

Kreativitas para peserta memang menjadi nilai jual utama festival ini. Setiap sudut lapangan dipenuhi layang-layang dengan desain detail, menunjukkan bahwa aktivitas ini telah berkembang dari sekadar permainan tradisional menjadi ajang kompetisi seni dan teknologi terbang.

Mendorong Kunjungan Wisatawan ke Surabaya

Pemerintah kota berharap gelaran tahunan ini bisa masuk dalam kalender wisata unggulan. Dengan menghadirkan peserta dari mancanegara, festival ini sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata dan citra positif Surabaya di kancah internasional.

Antusiasme warga yang memadati area festival sejak pagi menunjukkan bahwa event semacam ini memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Ke depan, skala dan variasi acara diharapkan terus bertambah untuk menarik lebih banyak pengunjung dari luar kota.

Reporter: Galih