Penerimaan Pajak Kabupaten Malang Capai Rp 524 Miliar, Sektor PBB Tembus 88 Persen dari Target
KABUPATEN MALANG — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang mencatat penerimaan dari 12 jenis pajak daerah telah mencapai Rp 524.403.034.003 per 1 September 2026. Jumlah itu setara 69,49 persen dari target keseluruhan Rp 754.677.666.534, menurut laporan realisasi yang termuat di sipanji.id.
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menyebut capaian tersebut mencerminkan kinerja positif berbagai sumber pendapatan daerah. Masih ada waktu sekitar empat bulan untuk terus mengoptimalkan penerimaan sampai penutupan tahun anggaran.
PBB Dominasi Capaian, Tembus 88,22 Persen
Sektor PBB menjadi pendorong utama dengan realisasi Rp 110.768.082.565 atau 88,22 persen dari target tahunan Rp 125.556.388.953. Angka ini menunjukkan PBB nyaris mencapai target lebih cepat dari jadwal.
Sektor lain yang mencatatkan kinerja di atas 80 persen adalah PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan yang meraih Rp 6.777.139.728 atau 83,27 persen dari target Rp 8.138.978.570. Adapun PBJT Makanan dan Minuman menyentuh Rp 16.607.400.274, setara 80,59 persen dari target Rp 20.607.393.102.
Enam Sektor Masih di Bawah 70 Persen, BPHTB Terendah
Sebaliknya, enam sektor pajak belum mencapai 70 persen target. BPHTB menjadi yang terendah dengan realisasi Rp 121.779.860.555 atau 60,12 persen dari target Rp 202.576.054.105. Opsen PKB baru terkumpul Rp 107.908.939.350 atau 65,41 persen dari target Rp 164.964.288.400.
PBJT Jasa Perhotelan mencapai Rp 5.594.298.554 atau 67,59 persen, sementara Opsen BBNKB Rp 43.164.252.500 atau 66,67 persen. PBJT Jasa Parkir meraih Rp 1.039.578.730 atau 65,45 persen dan PBJT Tenaga Listrik Rp 102.729.252.530 atau 70,81 persen dari target.
Sektor Pajak Air Tanah tercatat Rp 5.471.486.932 atau 76,37 persen, sedangkan MBLB Rp 633.978.486 atau 72,80 persen dari target Rp 870.825.412.
Evaluasi Berkala Jadi Kunci Optimasi Penerimaan
Made menjelaskan setiap sektor pajak memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Pihaknya akan mempertahankan sektor yang sudah berjalan baik, sekaligus mendorong optimalisasi pada area yang masih memiliki ruang pertumbuhan.
"Evaluasi dilakukan secara berkala sehingga potensi yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan penerimaan daerah dapat terus meningkat," ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Optimalisasi pendapatan tetap diselaraskan dengan upaya mempermudah layanan perpajakan dan mendorong kesadaran masyarakat menunaikan kewajiban. Dengan realisasi yang telah mencapai 69,49 persen, Bapenda optimistis kinerja pendapatan daerah masih tumbuh hingga akhir Desember 2026.