Polisi Nepal Evakuasi Nenek 70 Tahun Usai 10 Hari Terkubur Lumpur Banjir

Petugas kepolisian Nepal mengevakuasi seorang perempuan lanjut usia berusia 70 tahun yang selamat setelah 10 hari terkubur lumpur banjir di Desa Betrawati.
Penulis: Galih
Senin, 07 September 2026 | 09:21:02 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Keluarga di Desa Betrawati mulanya telah mengikhlaskan kepergian Chandika Kumari Shrestha. Perempuan lanjut usia tersebut sebelumnya masuk dalam daftar ratusan korban hilang tatkala banjir bandang menerjang pemukiman mereka di Nepal.

Ritual perkabungan selama 11 hari bahkan telah berjalan di tengah keputusasaan warga. Namun, takdir berkata lain pada Sabtu, 5 September 2026, ketika aparat kepolisian menyisir sisa-sisa perkampungan yang luluh lantak.

Suara Lirih di Bawah Endapan Material Tebal

Petugas kepolisian Mahendra Darnal memimpin regu evakuasi yang memeriksa puing-puing bangunan di kawasan terdampak paling parah tersebut. Tim awalnya menyisir lokasi tanpa ekspektasi menemukan penyintas di bawah tumpukan lumpur pekat.

Langkah para petugas terhenti saat mendengar suara samar yang meminta pertolongan dari balik reruntuhan material.

"Selamatkan saya," terdengar suara dari tengah puing-puing.

Mendengar jeritan tersebut, regu penyelamat segera menghentikan pembersihan umum dan memusatkan seluruh daya pada titik suara. Mahendra Darnal yang terus memantau situasi langsung mengoordinasikan pembongkaran reruntuhan secara manual demi mencegah struktur ambruk lebih dalam.

Bertahan Berkat Kantong Udara di Bangunan Empat Lantai

Sebelum bencana melanda, kediaman Shrestha merupakan bangunan kokoh setinggi empat lantai. Terjangan arus air bah meremukkan konstruksi beton tersebut hingga rata dengan tanah dan menimbunnya di bawah endapan sedimen yang tebal.

Selama sepuluh hari, Shrestha bertahan hidup di celah sempit yang menyisakan kantong udara di antara patahan beton. Ruang minim itulah yang menyuplai oksigen dan menahan himpitan material berat hingga bala bantuan tiba.

Operasi pengangkatan korban membutuhkan ketelitian tinggi dan memakan waktu sekitar 45 menit. Petugas secara perlahan menyingkirkan puing yang mengurung tubuh lansia itu sebelum berhasil menariknya keluar ke permukaan.

Keluarga Batalkan Masa Duka, Korban Dirawat di RS Militer

Kabar penemuan Shrestha mengejutkan pihak keluarga yang selama proses pencarian terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Mahendra Darnal mengonfirmasi bahwa kerabat korban sebelumnya sudah meyakini perempuan tua itu mustahil selamat dari terjangan lumpur sedemikian masif.

Prosesi duka seketika berganti menjadi kelegaan haru saat kabar penyelamatan terkonfirmasi dari lapangan.

Pascadievakuasi dari celah reruntuhan, tim medis darurat langsung melarikan Shrestha ke rumah sakit militer setempat guna mendapatkan penanganan intensif atas dehidrasi dan trauma fisik akibat terisolasi selama berhari-hari.

Desa Betrawati sendiri tercatat sebagai salah satu episentrum kehancuran paling masif dalam bencana banjir Nepal kali ini. Ratusan warga di kawasan tersebut dilaporkan belum ditemukan, sementara otoritas gabungan masih terus menyisir sisa-sisa lumpur dan material bangunan yang menimbun pemukiman.

Reporter: Galih