Pencarian

Nepal Yakin Pariwisata Pulih: Jalur Trekking dan Bandara Tetap Beroperasi Usai Banjir

Jumat, 04 September 2026 • 14:46:32 WIB
Nepal Yakin Pariwisata Pulih: Jalur Trekking dan Bandara Tetap Beroperasi Usai Banjir
Menteri Pariwisata Nepal menyatakan jalur trekking menuju Himalaya dan bandara internasional tetap beroperasi pasca-banjir bandang.

SPIRITBANGSA.COM — Bencana banjir bandang yang melanda Nepal beberapa waktu lalu memang meninggalkan duka mendalam, tetapi semangat untuk bangkit justru menguat di sektor pariwisata. Pemerintah Nepal bergerak cepat memastikan bahwa sebagian besar destinasi ikonik, termasuk rute trekking menuju puncak-puncak Himalaya, tetap aman dan siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara.

Kerugian Capai Rp5,8 Triliun dan Pesan Penting bagi Wisatawan

Menteri Pariwisata Nepal, Khadakraj Paudel, menyampaikan bahwa bencana ini telah menyebabkan kerugian lebih dari NPR 50 miliar atau setara Rp5,81 triliun di sektor pariwisata. Angka tersebut merupakan pukulan telak bagi industri yang menjadi sumber pendapatan terbesar ketiga negara itu dan menopang mata pencaharian jutaan orang.

Dalam pernyataannya di hadapan komite parlemen, Paudel merinci bahwa tidak kurang dari 142 hotel, 57 restoran, hingga 141 kendaraan operasional wisata rusak akibat bencana. Tak berhenti di situ, bencana itu juga merusak 27 situs warisan budaya yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

"Mohon jangan mencoret Nepal dari daftar perjalanan Anda jika Anda sudah merencanakan kunjungan," ujar Paudel dalam keterangan resmi, dikutip dari The Independent UK.

Destinasi Utama Tetap Aman Dikunjungi

Menjadi kekhawatiran utama wisatawan, Paudel menegaskan bahwa banjir hanya berdampak pada sebagian kecil wilayah Nepal. Bandara internasional, hotel, dan destinasi wisata utama yang menjadi tujuan utama para pelancong tetap beroperasi seperti biasa.

"Jalur pendakian gunung dan rute trekking kami masih menanti kedatangan Anda," tegasnya, merujuk langsung pada jalur-jalur populer yang menjadi incaran para pendaki dunia, termasuk akses menuju basecamp Gunung Everest.

Lebih dari satu juta wisatawan asing tercatat mengunjungi Nepal pada 2025. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya sektor ini bagi roda perekonomian negara yang selama satu dekade terakhir juga gencar berinvestasi pada pembangkit listrik tenaga air untuk menopang pertumbuhan industri.

Kunjungan Anda adalah Dukungan bagi Ekonomi Lokal

Setiap kedatangan wisatawan memiliki dampak ganda. Selain menikmati keindahan alam, kunjungan tersebut secara langsung membantu para pemandu wisata, pengusaha hotel, hingga karyawan restoran yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

"Kedatangan Anda ke Nepal kali ini bukan sekadar untuk berlibur. Ini merupakan bentuk dukungan besar bagi negara yang sedang berjuang menghadapi tragedi banjir bandang yang dahsyat ini," pesan Paudel.

"Kunjungan Anda akan membantu menjaga kelangsungan industri pariwisata kami. Hal ini akan membantu para pemandu wisata, pengusaha hotel, dan seluruh pekerja yang mata pencahariannya bergantung pada sektor pariwisata," pungkasnya.

Tips Berkunjung ke Nepal Pasca-Bencana

Bagi Anda yang berencana liburan ke Nepal dalam waktu dekat, pastikan untuk memantau informasi resmi dari situs pariwisata Nepal atau kedutaan besar setempat untuk mendapatkan data terbaru mengenai kondisi cuaca dan aksesibilitas jalur pendakian. Jalanan utama menuju destinasi populer berada dalam kondisi baik, namun tetap disarankan untuk memeriksa status terbaru sebelum berangkat.

Waktu terbaik untuk berkunjung dan menikmati trekking di Himalaya adalah pada musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (Oktober-November) yang menawarkan langit cerah dengan suhu nyaman. Daya tarik utama Nepal memang tidak lekang oleh waktu: keindahan gugusan gunung tertinggi dunia dan keramahan penduduk lokal yang menjadi magnet kuat bagi para petualang dari seluruh penjuru dunia. Mengalokasikan waktu setidaknya seminggu hingga 10 hari akan cukup ideal untuk menjelajahi destinasi utama seperti Kathmandu, Pokhara, dan satu atau dua jalur trekking populer.

Sumber: travel.detik.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks