SPIRITBANGSA.COM — Pagar sarang lebah menjadi salah satu andalan baru dalam mitigasi konflik di TNWK. Cara kerjanya memanfaatkan insting gajah yang takut terhadap dengungan dan sengatan lebah, sehingga gajah tidak nekat memasuki lahan pertanian warga. Inisiatif ini digerakkan Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra TNWK yang dipimpin Brigjen TNI Sriyanto.
Bagaimana Pagar Lebah Menghalau Gajah?
Tidak perlu pagar besi atau senjata, cukup deretan sarang lebah di batas kawasan. Uji coba di sejumlah wilayah Afrika membuktikan metode ini efektif membuat gajah berbalik arah. Sriyanto menegaskan, hewan besar tersebut menjauh tanpa mengalami luka sedikit pun.
“Pagar sarang lebah adalah salah satu solusi berbasis alam yang telah diujicoba di Afrika untuk mencegah gajah keluar dari kawasan konservasi. Suara dengungan dan sengatan lebah akan membuat gajah merasa takut dan menjauh, namun tidak membahayakan gajah,” ujarnya saat dikonfirmasi di Lampung Selatan.
Konflik yang mengakar puluhan tahun itu memang membutuhkan pendekatan terpadu. Selain pagar alami, solusi lain mencakup penataan kawasan satwa liar, penggunaan teknologi, dan konservasi berbasis komunitas.
Dari Penjaga Lahan Menjadi Sumber Cuan Warga
Pagarnya bukan sekadar pencegah konflik