Pencarian

48 Pendidik Bengkulu Dilatih Terapkan PAUD Holistik untuk Anak Usia Dini

Jumat, 04 September 2026 • 05:50:01 WIB
48 Pendidik Bengkulu Dilatih Terapkan PAUD Holistik untuk Anak Usia Dini
pendidik satuan PAUD mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Satuan PAUD di Ruang Hidayah, Kantor Wali Kota Bengkulu, Rabu (2/9/2026).

SPIRITBANGSA.COM — Masa sebelum usia enam tahun sering disebut sebagai periode emas tumbuh kembang anak. Namun, tidak sedikit orang tua dan pengelola pendidikan anak usia dini (PAUD) yang masih menganggap layanan cukup diberikan lewat kegiatan belajar dan bermain di kelas.

Padahal, kebutuhan anak di usia tersebut jauh lebih luas. Jika kebutuhan kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan tidak berjalan beriringan, perkembangan optimal sulit tercapai.

Apa Itu PAUD Holistik Integratif?

PAUD Holistik Integratif atau PAUD HI adalah pendekatan yang menyatukan berbagai aspek kebutuhan anak dalam satu ekosistem layanan. Bukan hanya pendidikan, tetapi juga layanan kesehatan, pemenuhan gizi, pola pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.

Untuk memperkuat pemahaman itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Satuan PAUD pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Hidayah, Kantor Wali Kota Bengkulu, dan diikuti oleh 48 peserta dari berbagai satuan PAUD di wilayah tersebut.

Melalui pendekatan ini, setiap satuan PAUD didorong bukan hanya memberikan layanan pendidikan di dalam kelas, tetapi juga mampu menghubungkan anak dengan layanan kesehatan, gizi, dan pengasuhan yang dibutuhkan. Dengan begitu, lingkungan PAUD menjadi ruang yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Fase Kritis yang Tidak Boleh Diabaikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, menegaskan bahwa periode usia 0 sampai 6 tahun sangat menentukan pembentukan kemampuan dasar anak. Pada fase inilah karakter, kecerdasan, kesehatan fisik, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan sosial mulai terbentuk secara signifikan.

Ilham menilai, jika layanan yang diterima anak hanya berjalan parsial—misalnya sekadar pendidikan tanpa memerhatikan status gizi atau perlindungan—maka tujuan pengembangan anak tidak akan tercapai maksimal. Karena itu, tenaga pendidik dan pengelola PAUD perlu dibekali agar mampu mengenali serta merespons kebutuhan anak dari berbagai sisi.

Pesan Bunda PAUD: Bimtek Bukan Formalitas Belaka

Bunda PAUD Kota Bengkulu, Nyonya Dian Fitriani Wahyudi, mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan pelatihan ini sekadar rangkaian acara. Pengetahuan yang didapat harus benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di masing-masing satuan PAUD.

Menurutnya, seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan anak perlu memiliki pemahaman yang sama tentang kebutuhan anak. Karena itu, penguatan kapasitas para pendidik menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar berkualitas dan tidak setengah-setengah.

Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci

Dian juga mendorong satuan PAUD untuk aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Pasalnya, satuan PAUD tidak bisa bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan anak.

Kolaborasi dengan puskesmas, posyandu, pemerintah kelurahan, hingga pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci tercapainya ekosistem layanan anak yang kuat. Dengan koordinasi antarlebaga, kebutuhan anak dapat terdeteksi lebih cepat dan ditangani lebih komprehensif.

Saat ini, banyak anak yang belum mendapatkan layanan kesehatan secara rutin atau mengalami keterlambatan perkembangan yang baru disadari orang tua setelah memasuki usia sekolah. Padahal, jika layanan terintegrasi berjalan baik, berbagai risiko tersebut bisa dicegah lebih awal.

Harapan untuk Anak-Anak Bengkulu

Melalui penguatan PAUD HI, Dian berharap anak-anak di Kota Bengkulu dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan penuh perhatian. Setiap anak juga diharapkan memperoleh kesempatan berkembang sesuai dengan potensi dan tahapan usianya.

Bimbingan teknis yang diikuti 48 peserta ini dinilai menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh satuan PAUD dalam memberikan layanan terbaik. Dengan pendekatan yang menyatukan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan, pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dapat dilakukan secara lebih terarah sejak sekarang.

Sumber: teropongpublik.co.id

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks