Penjualan Mobil Baru Jateng Naik, Bapenda Kejar Target BBNKB 100 Persen
SPIRITBANGSA.COM — Penjualan kendaraan bermotor baru di Jawa Tengah menunjukkan pergerakan positif pada 2026. Hingga akhir Agustus, realisasi pendapatan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sudah mencapai sekitar 64 persen dari target. Kepala Bapenda Jateng Masrofi berharap GIIAS Semarang 2026 mendorong pendapatan BBNKB tembus 100 persen, melampaui capaian tahun lalu yang hanya 68 persen.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah Masrofi menyampaikan hal tersebut saat ditemui di acara pre-event GIIAS Semarang, Rabu (16/9). Peningkatan penjualan kendaraan baru ini sekaligus mendorong pendapatan Pemprov Jateng dari sektor BBNKB.
Realisasi BBNKB Capai 64 Persen per Akhir Agustus 2026
Masrofi menyebut perbaikan penjualan kendaraan baru terlihat dari kenaikan pendapatan BBNKB hingga akhir Agustus 2026. Realisasi saat ini berada di kisaran 64 persen.
"Hingga akhir Agustus 2026, realisasi pendapatan BBNKB telah mencapai sekitar 64 persen. Angka ini menunjukkan adanya pergerakan positif pada penjualan kendaraan bermotor baru di Jawa Tengah. Dengan acara GIIAS seperti ini saya menginginkan nanti bukan 93 persen lagi, jadi 100 persen," kata Masrofi.
Target Tahun Ini Diproyeksikan Lampaui Capaian 2025
Pada 2025, pendapatan pemerintah provinsi dari sektor BBNKB dan pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan baru mengalami penurunan. Realisasi pendapatan hanya mencapai sekitar 68 persen dari target yang ditetapkan.
Jika ingin menyamai capaian tahun sebelumnya, Masrofi mengestimasikan pendapatan dari BBNKB bisa menembus angka 93 persen. Namun ia berharap gelaran pameran otomotif tahun ini bisa mendorong realisasi hingga 100 persen.
GIIAS Semarang 2026 Diikuti 19 Merek, Naik dari Sembilan
Masrofi berharap pameran GIIAS Semarang 2026 dapat meningkatkan minat masyarakat membeli kendaraan baru sekaligus mendorong pendapatan asli daerah (PAD) Jateng. Jumlah merek yang mengikuti pameran tahun ini meningkat dari sembilan menjadi 19 merek.
"Pilihan masyarakat menjadi banyak. Yang pemegang merek ATPM ketoke sudah tambah percaya. Percaya karena masyarakatnya sudah menggeliat," ujarnya.
Dampak ke Kas Daerah
BBNKB dan pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan asli daerah Jawa Tengah. Pergerakan penjualan kendaraan baru di semester kedua 2026 akan menentukan apakah target penerimaan pajak kendaraan tahun ini bisa terpenuhi.
Pameran GIIAS Semarang 2026 menjadi ajang uji bagi pasar otomotif Jateng. Kehadiran 19 merek ATPM memberi konsumen lebih banyak pilihan varian dan harga, yang diharapkan berimbas langsung pada volume penjualan dan setoran pajak ke kas daerah.