American Airlines Bakal Tanggung Biaya Avtur Ekstra USD 1 Miliar Imbas Perang Iran
SPIRITBANGSA.COM — American Airlines memperkirakan lonjakan harga avtur akibat perang AS-Israel melawan Iran menambah beban biaya bahan bakar hingga USD 1 miliar pada kuartal keempat tahun fiskal ini. Kenaikan tersebut disebut akan berujung pada tiket pesawat yang lebih mahal bagi penumpang. Maskapai juga mulai memangkas sejumlah penerbangan untuk menekan konsumsi bahan bakar.
Angka tersebut disampaikan dalam paparan manajemen pada Morgan Stanley Laguna Conference. Meski demikian, maskapai belum mengumumkan besaran penyesuaian tarif tiket yang akan dibebankan ke penumpang.
Setiap Satu Sen Kenaikan Avtur Tambah USD 10 Juta per Kuartal
Chief Financial Officer American Airlines, Devon May, menjelaskan mekanisme kenaikan biaya tersebut. Mengutip Reuters, ia menyebut setiap kenaikan satu sen per galon untuk bahan bakar Jet A-1 menambah sekitar USD 10 juta biaya per kuartal.
Biaya bahan bakar pada kuartal ketiga disebut masih sesuai ekspektasi. Namun harga di kuartal keempat kini sekitar USD 1 per galon lebih tinggi dibanding panduan yang dirilis Juli lalu. Lonjakan itulah yang berkorelasi dengan tambahan biaya USD 1 miliar.
Penerbangan Domestik Off-Peak Jadi Sasaran Pemangkasan
American Airlines bersama United Airlines dan Southwest Airlines mengindikasikan akan mengurangi jumlah penerbangan guna menekan konsumsi bahan bakar. Penerbangan domestik murah di luar jam sibuk menjadi yang paling terdampak.
Meski tarif pesawat naik sejak awal tahun, ketiga maskapai menyatakan permintaan penumpang tetap kuat. Kondisi ini dimanfaatkan American Airlines untuk memperbanyak kursi premium di kabinnya.
CEO American Airlines Robert Isom menyampaikan hal itu dalam konferensi yang sama. "Tiga puluh persen kursi itu akan terus bertambah di armada kami seiring rekonfigurasi dan pengiriman pesawat baru," ujarnya seperti dikutip CNBC.
Maskapai Murah Semakin Terpinggirkan
Perubahan lanskap industri penerbangan Amerika Serikat turut mewarnai situasi ini. Spirit Airlines menghentikan operasionalnya tahun ini setelah mengajukan pailit untuk kedua kalinya dalam setahun.
Southwest Airlines mengumumkan akan meluncurkan jaringan lounge bandara tahun depan. Langkah itu menjadi tahap akhir peralihan Southwest dari maskapai bertarif murah menjadi maskapai kelas utama, setelah sebelumnya menerapkan biaya bagasi dan meninggalkan sistem tempat duduk bebas.
Sejumlah maskapai kini lebih mengarahkan layanan kepada penumpang yang bersedia membayar lebih untuk kursi di bagian depan. Penumpang dengan tarif ekonomis standar berpotensi menghadapi pilihan penerbangan yang semakin terbatas.