Pertamina Puncaki Fortune Indonesia 100 2026, Pendapatan Rp 1.189 T

Pertamina meraih peringkat pertama Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp 1.189,74 triliun.
Penulis: Rendra
Minggu, 20 September 2026 | 09:41:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — PT Pertamina (Persero) kembali menempati posisi teratas Fortune Indonesia 100 2026 dengan pendapatan Rp 1.189,74 triliun dan laba bersih Rp 56,23 triliun. Pencapaian ini menegaskan posisi perusahaan energi pelat merah itu sebagai yang terbesar di Indonesia berdasarkan kinerja fiskal 2025.

Peringkat tersebut diberikan dalam ajang Fortune Indonesia 100 Gala 2026 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Penilaian dilakukan berdasarkan data kinerja keuangan yang dipublikasikan, dengan konversi ke rupiah memakai kurs rata-rata tahun fiskal 2025 sebesar Rp 16.785 per dolar AS.

Bagi Pertamina, capaian ini bukan sekadar soal besaran angka. Perusahaan dinilai mampu menjaga kinerja operasional dan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global, sambil tetap menjalankan mandat strategis memastikan pasokan energi nasional.

Kinerja Keuangan di Tengah Tekanan Global

Fortune Indonesia mencatat pendapatan Pertamina sebesar Rp 1.189,74 triliun sepanjang tahun fiskal 2025. Laba bersih yang dibukukan mencapai Rp 56,23 triliun.

Dari 100 perusahaan yang masuk daftar tahun ini, sebanyak 66 persen berhasil menumbuhkan pendapatan. Namun hanya 49 perusahaan yang mampu meningkatkan laba bersih — gambaran bahwa tekanan biaya dan pelemahan permintaan masih membebani banyak korporasi besar.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut pengakuan ini sebagai hasil kerja seluruh insan perusahaan.

"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Pertamina dalam menjaga kinerja perusahaan. Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, Pertamina terus menjaga kinerja operasional dan keuangan secara sehat, sekaligus menjalankan peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Baron dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).

Efisiensi dan Portofolio Hulu-Hilir Jadi Kunci

Pertamina menempatkan efisiensi, produktivitas, dan optimalisasi lini usaha sebagai prioritas lanjutan. Baron menyatakan capaian ini menjadi motivasi untuk memperkuat fundamental bisnis.

"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat efisiensi, dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, Pertamina akan terus menjalankan perannya dalam menyediakan energi yang dibutuhkan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina menggarap portofolio dari hulu hingga hilir. Pengembangan energi baru dan terbarukan juga masuk dalam peta jalan perusahaan, berjalan seiring upaya menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dampak ke Masyarakat dan Perekonomian

Kinerja Pertamina berdampak langsung pada ketersediaan bahan bakar, LPG, dan pasokan energi bagi rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor transportasi. Pendapatan perusahaan yang besar juga berarti setoran ke negara dalam bentuk dividen dan pajak tetap terjaga.

Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder IDN Media William Utomo menilai pemeringkatan ini memberi gambaran objektif soal perusahaan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

"Fortune Indonesia 100 memberikan gambaran mengenai perusahaan-perusahaan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Pemeringkatan ini melihat kinerja perusahaan secara objektif berdasarkan data dan capaian bisnis yang terpublikasi," ujar William.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang masuk daftar tahun ini. "Selamat atas pencapaian luar biasa ini kepada perusahaan, tim kepemimpinan, dan seluruh orang di dalam organisasi yang telah berkontribusi mewujudkan pencapaian tersebut," tuturnya.

Posisi puncak Pertamina di Fortune Indonesia 100 2026 memperlihatkan skala bisnis perusahaan energi pelat merah itu masih jauh di atas korporasi lain. Tantangan ke depan ada pada kemampuan menjaga pertumbuhan laba di tengah fluktuasi harga minyak dan percepatan transisi energi.

Reporter: Rendra