9 Destinasi Wisata Nganjuk dari Air Terjun Sedudo hingga Goa Margo Tresno

Air Terjun Sedudo setinggi 105 meter menjadi ikon wisata Kabupaten Nganjuk.
Penulis: Rendra
Minggu, 20 September 2026 | 11:01:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Kabupaten Nganjuk di Jawa Timur menyimpan sembilan destinasi wisata yang membentang dari lereng Gunung Wilis hingga peninggalan era Majapahit. Air Terjun Sedudo setinggi 105 meter menjadi ikon utama, berjarak sekitar 31 kilometer dari pusat kota dengan tiket masuk mulai Rp 8.000. Sebagian besar lokasi buka pukul 07.00-16.00 WIB, cocok untuk perjalanan sehari saat musim kemarau.

Kabupaten Nganjuk bukan hanya jalur transit menuju Kediri atau Surabaya. Wilayah di Jawa Timur ini punya sembilan destinasi yang tersebar dari kawasan pegunungan hingga situs bersejarah, masing-masing dengan karakter berbeda.

Dari udara sejuk lereng Gunung Wilis sampai peninggalan Kerajaan Majapahit, pilihan wisatanya cukup beragam untuk mengisi liburan keluarga maupun perjalanan solo. Berikut panduan lengkapnya berdasarkan booklet Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporapar) Kabupaten Nganjuk.

1. Air Terjun Sedudo: Ikon Setinggi 105 Meter

Air Terjun Sedudo berada di Jalan Sedudo, Kecamatan Sawahan, sekitar 31 kilometer dari pusat Kota Nganjuk. Air terjun ini menjulang setinggi sekitar 105 meter di ketinggian 1.438 meter di atas permukaan laut.

Dari Alun-alun Nganjuk, wisatawan bisa melewati Kampung Wilis atau Kampung Dalem, lalu mengambil jalur Kediri-Nganjuk menuju Brebek hingga masuk kawasan Jalan Raya Sedudo. Kawasan pegunungan membuat udara di sekitarnya terasa sejuk.

Jam kunjungan dibuka sekitar pukul 07.00-16.00 WIB. Tiket masuk anak-anak Rp 8.000-Rp 12.000 dan dewasa Rp 10.000-Rp 15.000. Parkir sepeda motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Tersedia pula wahana flying fox dengan tarif sekitar Rp 10.000-Rp 15.000.

2. Bukit Watu Lawang: Panorama dan Camping Ground

Masih di Kecamatan Sawahan, Bukit Watu Lawang terletak di Desa Ngliman pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Dari sini, wisatawan bisa melihat Gunung Ngliman dan bentang alam sekitarnya.

Nama Watu Lawang berasal dari batu-batu besar yang tersusun alami. Formasi batu itu jadi spot favorit untuk menikmati pemandangan dan mengabadikan perjalanan.

Tiket masuk sekitar Rp 6.000, sedangkan tiket camping Rp 20.000. Destinasi ini buka setiap hari sekitar pukul 08.00-16.00 WIB. Dari pusat Kota Nganjuk, jaraknya sekitar 30 kilometer atau sekitar satu jam melalui jalur Sedudo.

3. Air Terjun Roro Kuning: Sejuk di Ketinggian 600 Meter

Di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Air Terjun Roro Kuning berada di lereng Gunung Wilis sekitar 27-30 kilometer dari Kota Nganjuk. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut.

Lingkungan yang masih asri jadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa perjalanan terlalu jauh. Fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, dan jalur pejalan kaki sudah tersedia.

Tiket masuk sekitar Rp 5.000 per orang, buka setiap hari sekitar pukul 08.00-16.00 WIB. Air yang jernih dan udara sejuk membuat tempat ini cocok untuk rekreasi singkat bersama keluarga.

4. Goa Margo Tresno: Wisata Alam dan Cerita Lokal

Di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Goa Margo Tresno berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kabupaten Nganjuk. Kawasan ini dikelilingi beberapa goa lain, yakni Goa Gondel, Goa Bale, dan Goa Pawon.

Kawasan tersebut memiliki cerita sejarah tersendiri dan disebut pernah menjadi tempat perlindungan yang dijaga Punggowo Tlimah, seorang pejuang muda yang dikenal karena keberaniannya.

Fasilitas di sini cukup lengkap: kolam renang dengan air dari mata air Ubalan, tempat parkir, area bermain, toilet, dan musala. Perpaduan wisata alam dan cerita lokal membuat Goa Margo Tresno cocok bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.

5. Air Terjun Singokromo: Alami dan Rindang

Masih di kawasan Ngliman, Kecamatan Sawahan, Air Terjun Singokromo dikelilingi pepohonan sehingga suasananya alami dan sejuk. Untuk masuk ke kawasan ini, wisatawan perlu membayar tiket sekitar Rp 5.000.

Lokasinya satu jalur dengan Air Terjun Sedudo dan Bukit Watu Lawang, sehingga bisa dikunjungi dalam satu perjalanan. Informasi terkini soal jam buka dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

6. Wisata Edukasi dan Taman Kota Nganjuk

Selain wisata alam, Nganjuk punya taman kota dan wisata edukasi yang cocok untuk keluarga dengan anak-anak. Pilihan ini biasanya lebih mudah diakses dari pusat kota dan tidak memerlukan perjalanan jauh ke lereng gunung.

Untuk jam buka dan tiket masuk terbaru, wisatawan disarankan mengecek langsung ke pengelola atau Disporapar Kabupaten Nganjuk.

7. Pura dan Situs Peninggalan Majapahit

Nganjuk juga menyimpan peninggalan era Kerajaan Majapahit yang bisa jadi tujuan wisata sejarah. Beberapa lokasi berupa pura dan situs kuno tersebar di wilayah kabupaten ini.

Mengunjungi situs semacam ini memberi perspektif berbeda: bukan hanya soal pemandangan, tapi juga jejak peradaban yang membentuk wilayah Nganjuk hari ini.

8. Kawasan Pegunungan Wilis

Lereng Gunung Wilis menjadi rumah bagi sebagian besar destinasi alam di Nganjuk. Udara sejuk, jalur berkelok, dan pemandangan hijau jadi paket yang ditawarkan kawasan ini.

Bagi wisatawan yang ingin berkemah, area camping ground di Bukit Watu Lawang bisa jadi pilihan dengan tiket Rp 20.000.

9. Wisata Air dan Kolam Renang Keluarga

Beberapa destinasi seperti Goa Margo Tresno menyediakan kolam renang dengan air dari mata air Ubalan. Pilihan ini cocok untuk keluarga yang ingin berenang sekaligus menikmati suasana alam.

Pastikan membawa pakaian ganti dan perlengkapan mandi jika berencana bermain air.

Tips Berkunjung ke Nganjuk

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari, sekitar pukul 07.00-09.00 WIB, saat udara masih segar dan cahaya bagus untuk foto. Bawa jaket tipis karena suhu di kawasan pegunungan bisa turun, terutama di Sedudo dan Watu Lawang.

Untuk perjalanan ke lereng Gunung Wilis, gunakan kendaraan yang prima karena jalur menanjak dan berkelok. Jika membawa kendaraan pribadi, siapkan uang tunai untuk parkir dan tiket masuk.

Hormati etika lokal, terutama saat mengunjungi pura atau situs bersejarah. Beberapa lokasi mungkin memiliki aturan khusus soal pakaian atau perilaku.

Durasi ideal untuk menjelajah semua destinasi ini sekitar dua sampai tiga hari. Hari pertama bisa fokus ke kawasan Sawahan (Sedudo, Watu Lawang, Singokromo), hari kedua ke Roro Kuning dan Goa Margo Tresno, lalu hari ketiga untuk taman kota dan situs sejarah.

Reporter: Rendra