Lewat AKTI, Toyota Wisuda 76 Talenta Otomotif Siap Kerja
SPIRITBANGSA.COM — Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) kembali mewisuda 76 mahasiswa dari dua program studi diploma yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri otomotif nasional. Dari total 429 lulusan sejak 2015, sebanyak 326 alumni kini bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok dalam rantai pasok Toyota Indonesia.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggelar wisuda AKTI di TMMIN Plant 1 Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/09). Wisudawan kali ini terdiri atas 44 lulusan Diploma Dua (D2) Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda Empat (TOPKR4) dan 32 lulusan Diploma Satu (D1) Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO).
Dua Program Studi yang Selaras Kebutuhan Pabrik
AKTI membekali lulusan dengan kompetensi teknis dan keterampilan praktis melalui kurikulum yang dirancang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Tema wisuda tahun ini, "From Learning to Leading: Empowering Future Industry Professionals," menegaskan orientasi pendidikan vokasi yang tidak sekadar teori.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyebut pembangunan kualitas SDM sebagai investasi jangka panjang, bukan program sesaat.
"Bagi TMMIN, membangun kualitas SDM bukanlah sebuah program jangka pendek, melainkan investasi untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional. Melalui AKTI, kami menanamkan fondasi bagi lahirnya talenta-talenta yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar dan budaya kerja industri," ucap Nandi Julyanto.
Jejak Alumni: 326 Lulusan Sudah Bekerja di Rantai Pasok Toyota
Sejak resmi berdiri pada 27 Oktober 2015, AKTI telah meluluskan 429 mahasiswa. Sebanyak 326 alumni di antaranya kini bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok dalam rantai pasok Toyota Indonesia.
Beberapa alumni bahkan mendapat penugasan hingga ke Filipina, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Salah satunya Muhammad Safiq, lulusan Angkatan 1 Program TPMO yang kini menjabat Team Leader di Engine Plant Sunter TMMIN.
"Bagi saya, AKTI bukan hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus belajar. Bekal tersebut saya bawa ketika memulai karier sebagai Maintenance Technician hingga akhirnya dipercaya menjadi Team Leader," ujar Safiq.
Menjawab Bonus Demografi dan Kebutuhan Industri
Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menekankan pentingnya keselarasan antara pendidikan dan industri. Menurutnya, bonus demografi menjadi momentum yang perlu diiringi pengembangan SDM terarah.
"Indonesia memiliki banyak anak muda dengan potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, pendidikan dan industri perlu berjalan senada dan seirama, membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," tutur I Nyoman Winaya Adnyana.
Langkah TMMIN memperkuat link and match antara pendidikan dan industri menjadi salah satu cara memastikan lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi otomotif yang terus berubah.
Yang Perlu Diperhatikan
- Jumlah lulusan AKTI sejak 2015 baru 429 orang — relatif kecil dibanding kebutuhan tenaga kerja industri otomotif nasional secara keseluruhan
- Belum ada data publik soal tingkat penyerapan lulusan di luar ekosistem Toyota (TMMIN dan pemasoknya)
- Program ini terikat pada satu merek, sehingga kompetensi yang dibangun sangat spesifik untuk standar produksi Toyota