Tabebuya Gunung Malang Balikpapan Mekar, Serupa Sakura Jepang

Puluhan pohon tabebuya di Gunung Malang, Balikpapan, berbunga serentak dengan warna putih dan pink.
Penulis: Farah
Minggu, 27 September 2026 | 10:42:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Puluhan pohon tabebuya di kawasan Gunung Malang, Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah berbunga serentak dengan warna putih dan pink yang menyerupai sakura Jepang. Warga bisa melihatnya langsung di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, sementara tabebuya kuning memenuhi Jalan Jenderal Sudirman hingga Karang Jati. Momen mekarnya bunga ini bertepatan dengan musim kemarau yang melanda kota itu.

Daya Tarik Tabebuya yang Menyerupai Sakura

Tabebuya memiliki nama ilmiah Handroanthus chrysotruchus dan berasal dari Amerika Selatan, terutama Brasil. Tanaman ini cocok dengan iklim tropis sehingga menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Bunga berbentuk terompet dengan warna cerah jadi ciri utamanya.

Di Gunung Malang, warna yang dominan adalah putih dan pink. Netizen yang melihatnya di media sosial sampai berkomentar, "Serasa lagi musim bunga di Jepang."

Selain bunganya rimbun, tabebuya punya keunggulan lain. Daunnya tidak mudah rontok, dan akarnya tidak merusak rumah atau tembok meski batangnya keras dan besar.

Jenis Tabebuya yang Populer di Indonesia

Setidaknya ada empat varian tabebuya yang banyak ditanam di kota-kota besar Indonesia, dibedakan dari warna bunganya.

  • Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus/Tabebuia aurea): bunga kuning cerah seperti matahari, termasuk yang paling cepat mekar.
  • Tabebuya pink (Tabebuia rosea): sering disebut "sakura", gradasi warnanya dari pink muda hingga pink tua.
  • Tabebuya putih (Tabebuia roseo-alba/Tabebuia pallida): kelopak putih bersih atau putih keunguan, kesannya elegan dan minimalis.
  • Tabebuya magenta dan ungu: warna lebih pekat, mencolok antara ungu terang hingga magenta.

Lokasi Melihat Tabebuya di Balikpapan

Jalan Mayjen Sutoyo di kawasan Gunung Malang jadi titik utama dengan puluhan pohon berbunga putih dan pink. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan A. Yani, dari Karang Jati sampai Gunung Sari, didominasi tabebuya kuning dengan jumlah mencapai ratusan pohon.

Kompleks perumahan Balikpapan Baru dan Balikpapan Regency juga punya tabebuya, termasuk di kluster deRoyale. Warga yang tinggal di sana bisa menikmati keindahan bunga setiap hari, meski petugas taman dan trotoar kewalahan menyapu kelopak yang gugur.

Bugenvil Ikut Berbunga di Musim Kemarau

Selain tabebuya, bugenvil (Bougainvillea spectabilis) juga mekar di musim kemarau. Bunga ini banyak menghiasi pekarangan rumah dan median jalan di Balikpapan, meski tidak semua tumbuh subur.

Di Jalan A. Yani, beberapa pot bugenvil berhasil berbunga cukup rimbun. Bugenvil juga ditanam di median ruas jalan tol Samarinda-Balikpapan, meski sebagian terlihat mati saat melintas beberapa hari lalu.

Bugenvil berasal dari Amerika Selatan, terutama Brasil, Peru, dan Argentina. Namanya diambil dari penjelajah Prancis Louis Antoine de Bougainville yang menemukannya di Brasil lalu membawanya ke Eropa pada abad ke-18. Bunga ini disebut juga bunga kertas karena kelopaknya tipis.

Setidaknya ada sembilan jenis bugenvil populer, mulai dari Glabram, California Gold, Mrs Eva, Cherry Blossom, White, Orange Ice, Royal, Striata, sampai Vera Depp Purple.

Cara Mendapatkan Bibit Tabebuya Gratis

Warga Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Tenggarong yang ingin menanam tabebuya bisa datang ke Pusat Persemaian Mentawir, tidak jauh dari lokasi Ibu Kota Nusantara. Persemaian seluas 120 hektare milik Kementerian Kehutanan itu diresmikan Presiden Jokowi pada 4 Juni 2024 untuk mendukung program forest city IKN.

Persemaian Mentawir memproduksi 15 juta bibit pohon per tahun. Selain tabebuya, tersedia bibit endemik seperti meranti, ulin, sungkai, kapur, tengkawang, dan bengkirai, serta pohon buah-buahan seperti jambu, mangga, durian, cempedak, dan manggis.

"Silahkan datang ke Mentawir, bibitnya kita kasih gratis," kata seorang petugas.

Tips Berkunjung

Waktu terbaik melihat tabebuya adalah saat musim kemarau, ketika bunga mekar serentak dan langit biasanya cerah. Datanglah pagi atau sore hari supaya cahaya lebih nyaman untuk berfoto dan udara tidak terlalu panas.

Bagi yang berkendara, siapkan waktu lebih karena beberapa ruas jalan seperti Jalan Mayjen Sutoyo cukup ramai. Jangan memarkir kendaraan sembarangan di bahu jalan hanya untuk berfoto. Untuk informasi terkini soal lokasi pohon yang sedang berbunga, warga bisa memantau unggahan media sosial lokal atau menghubungi dinas pariwisata Balikpapan.

Durasi ideal untuk menyusuri titik-titik tabebuya di Balikpapan sekitar dua sampai tiga jam dengan kendaraan pribadi, mencakup Gunung Malang, Jalan Sudirman, dan Jalan A. Yani. Kalau ingin sekaligus membawa pulang bibit gratis, tambahkan satu perjalanan ke Persemaian Mentawir di kawasan IKN.

Reporter: Farah