Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik, Pertamax Turbo Tembus Rp19.600 per Liter

Petugas melayani pembelian BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina.
Penulis: Galih
Senin, 28 September 2026 | 08:01:32 WIB

SPIRITBANGSA.COM — PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak nonsubsidi mulai Rabu, 2 September 2026, dengan Pertamax Turbo kini dijual Rp19.600 per liter dari sebelumnya Rp18.300. Kenaikan ini berlaku di SPBU seluruh Indonesia dan tercatat dalam daftar harga resmi Pertamina per Senin, 28 September 2026. Sementara harga BBM subsidi Pertalite dan Biosolar tidak berubah.

Rincian Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Pertamax Turbo untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, dibanderol Rp19.600 per liter. Harga ini naik dari sebelumnya Rp18.300 per liter.

Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan menjadi Rp19.150 per liter, dari sebelumnya Rp16.600 per liter. Sementara itu, harga Pertamax tetap tidak mengalami perubahan.

Untuk jenis diesel, Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter. Pertamina Dex melesat menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter.

Harga BBM Subsidi Tidak Berubah

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan atau tetap. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Bio Solar di angka Rp6.800 per liter.

Kebijakan ini membuat masyarakat pengguna BBM subsidi masih bisa membeli dengan harga yang sama seperti sebelumnya. Sementara pengguna kendaraan yang memakai BBM nonsubsidi harus merogoh kocek lebih dalam.

Dampak ke Pengguna dan Pasar

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini berdampak langsung pada pemilik kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Biaya operasional kendaraan pribadi maupun armada usaha dipastikan ikut naik.

Bagi pelaku usaha yang bergantung pada kendaraan diesel, seperti angkutan barang dan logistik, kenaikan Dexlite dan Pertamina Dex menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, kedua jenis BBM ini banyak digunakan untuk kendaraan niaga.

Penutup: Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina ini menjadi sinyal bahwa biaya energi masih menghadapi tekanan. Masyarakat diimbau menyesuaikan anggaran transportasi, sementara pelaku usaha perlu menghitung ulang struktur biaya operasional. Harga BBM subsidi yang tetap menjadi penyeimbang agar daya beli masyarakat bawah tidak tergerus.

Reporter: Galih