Pertamina Imbau Warga Tak Sebar QR BBM Subsidi di My Pertamina, Cegah Pelangsir
SPIRITBANGSA.COM — PT Pertamina (Persero) mengimbau pemilik kode QR BBM Subsidi Tepat di aplikasi My Pertamina agar tidak menyebarkan data tersebut kepada siapa pun saat mengisi bahan bakar. Imbauan ini menyusul keluhan warga Kendari yang menduga barcode-nya dipakai orang lain di SPBU. Pengguna yang merasa datanya bocor diminta segera mereset kode QR lewat aplikasi.
Imbauan disampaikan Pjs. Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya W, saat dihubungi di Kendari. Menurut Okky, kasus dugaan penyalahgunaan barcode subsidi sudah muncul dari keluhan warga di Kota Kendari.
Keluhan Warga Kendari Jadi Pemicu
Seorang warga bernama Atika Harli memprotes operator SPBU THR di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, pada Rabu (30/9). Ia menduga data QR Code miliknya dipakai orang lain untuk mengisi BBM subsidi.
Atika menyebut data aplikasinya digunakan sekitar satu jam sebelum ia sendiri mengisi BBM di SPBU tersebut. Kejadian ini menjadi dasar Pertamina memperkuat imbauan perlindungan data barcode.
Kenapa Barcode Bisa Disalahgunakan
Menurut Okky, operator SPBU tetap melayani pembelian BBM subsidi selama gambar barcode yang ditunjukkan sesuai dengan data Pertamina. Kondisi inilah yang membuka celah penyalahgunaan jika gambar barcode tersebar ke pihak lain.
Okky menyatakan penyalahgunaan paling rentan dilakukan oknum pelangsir yang mengisi BBM untuk keuntungan pribadi. Ia menegaskan perlindungan data barcode menjadi kunci pencegahan.
"Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan barcode subsidi tepat, kepada siapapun agar barcode tidak digunakan untuk hal hal yg tidak diinginkan," ujar Okky.
Cara Mengamankan Kode QR Anda
Pengguna aplikasi My Pertamina yang merasa datanya terlanjur tersebar diminta segera melakukan reset. Caranya dengan memperbarui Code QR Subsidi Tepat melalui aplikasi My Pertamina setelah mengisi BBM Pertalite di SPBU.
"Nanti akan muncul barcode yang baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat," ucap Okky.
Langkah praktis yang bisa dilakukan pengguna:
- Buka aplikasi My Pertamina di ponsel Anda.
- Masuk ke menu kode QR Subsidi Tepat.
- Pilih opsi reset atau perbarui barcode.
- Simpan kode baru dan jangan bagikan gambarnya ke siapa pun.
- Lakukan pembaruan berkala, terutama setelah mengisi BBM di SPBU.
Peran Operator SPBU dan Pengguna
Okky menekankan operator SPBU hanya bertugas mencocokkan gambar barcode dengan data Pertamina. Karena itu, tanggung jawab utama menjaga kerahasiaan kode ada di tangan pemilik akun.
Pengguna diminta tidak mengirim tangkapan layar barcode ke grup percakapan, media sosial, atau pihak yang mengaku sebagai perantara. Data yang bocor berpotensi dipakai berkali-kali sebelum pemiliknya sadar.
Informasi lebih lanjut soal mekanisme Subsidi Tepat dan penanganan dugaan penyalahgunaan dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina, termasuk aplikasi My Pertamina dan layanan pelanggan Pertamina Patra Niaga.
Masyarakat diimbau waspada terhadap pihak yang menawarkan jasa pengurusan atau pengisian BBM subsidi dengan imbalan tertentu. Laporkan dugaan penyalahgunaan ke call center resmi Pertamina atau petugas SPBU setempat agar bisa ditindaklanjuti.