Ruben Onsu Buka Suara soal Hak Asuh Anak dan Komnas PA
SPIRITBANGSA.COM — Ruben Onsu akhirnya angkat bicara soal polemik hak asuh anak dengan Sarwendah yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Lewat unggahan Instagram pribadinya, ia menegaskan gugatannya bukan mencari keributan, melainkan meminta kepastian bertemu anak-anaknya.
Dalam unggahan tersebut, Ruben juga meminta publik tidak melibatkan anak-anaknya dalam perdebatan di media sosial. Menurutnya, persoalan ini sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan.
Alasan Ruben Tidak Hadir di Undangan Komnas Anak
Ruben mengaku telah menerima undangan dari Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak). Namun, ia tidak bisa memenuhinya karena berbenturan dengan jadwal pekerjaan rutin. Ia juga sedang fokus menangani persoalan yang dihadapi anaknya dan butuh perhatian lebih sebagai orang tua.
Karena itu, Ruben memilih menjawab lewat media sosial. Ia menyebut unggahannya sebagai pengganti konferensi pers. Untuk surat resmi, pengacaranya akan menjawab pada Senin.
"Maaf jika saya menjawab lewat postingan, anggap aja ini prescon beda nya ini saya lewat sosmed. Untuk surat resmi nya nanti senin pengacara saya @minola6000 yg akan menjawab, jadi impas ya /berimbang ya postingan ini," tulis Ruben.
Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
Ruben menegaskan bahwa persoalan hak asuh anak saat ini sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia meminta semua pihak menunggu putusan pengadilan. Menurutnya, proses hukum harus dihormati oleh siapa pun.
"Saya perlu menyampaikan kalau masalah ini sedang berproses di Pengadilan Negri Jakarta Selatan jadi mari kita hormati proses tersebut," ujarnya.
Terkait pengaduan ke Komnas Anak, Ruben menilai hal itu tidak mengubah pokok persoalan yang tengah dibahas di pengadilan. Ia juga menyayangkan persoalan yang menurutnya terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Apa yang Bisa Ibu Pelajari dari Kasus Ini
Kasus hak asuh anak memang rumit, terutama saat kedua orang tua sedang berselisih. Yang paling sering terlupakan adalah kebutuhan anak untuk tetap merasa aman dan dicintai kedua orang tuanya. Konflik di media sosial bisa membuat anak merasa tertekan, apalagi jika mereka sudah bisa membaca atau mendengar berita.
Jika Ibu atau Ayah sedang menghadapi situasi serupa, ada baiknya fokus pada kepentingan anak. Komunikasi dengan mantan pasangan sebaiknya dijaga tetap tenang, terutama saat membahas jadwal bertemu anak. Libatkan pengacara atau mediator jika komunikasi langsung terasa sulit.
Hindari membicarakan konflik dengan anak atau di depan anak. Anak tidak perlu tahu detail perselisihan orang tuanya. Yang mereka butuhkan adalah rasa aman bahwa kedua orang tuanya tetap menyayangi mereka, apa pun yang terjadi di pengadilan.
Kapan Perlu Bantuan Profesional
Jika anak menunjukkan perubahan perilaku seperti murung, sulit tidur, atau menolak bertemu salah satu orang tua, jangan ragu mencari bantuan psikolog anak. Konsultasi dengan psikolog juga bisa membantu orang tua mengelola emosi saat proses hukum berjalan.
Untuk kasus yang sudah masuk pengadilan, ikuti semua prosedur hukum yang berlaku. Percayakan pada pengacara dan hakim yang menangani perkara. Yang terpenting, pastikan anak tetap mendapat kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya.