GM XP 512E, Mobil Listrik Pertama General Motors dari Tahun 1969

Mobil listrik General Motors XP 512E dipamerkan pada ajang Progress of Power 1969.
Penulis: Galih
Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:41:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — General Motors ternyata sudah punya mobil listrik jauh sebelum EV1 lahir pada 1997. XP 512E yang dipamerkan di ajang Progress of Power 1969 jadi kendaraan listrik penumpang pertama mereka, dengan baterai timbal-asam 84 volt dan jangkauan 58 mil. Mobil mungil ini hanya sepanjang 86,3 inci, lebih pendek dari tinggi pemain NBA Victor Wembanyama.

Acara pers itu menarik media dari berbagai penjuru Amerika Serikat. Selain XP 512E, GM juga memajang berbagai teknologi penggerak lain seperti baterai silver-zinc, sel bahan bakar hidrogen, turbin, motor hub roda, mesin uap modern, hingga catalytic converter awal. GM kemudian menjadi pabrikan pertama yang mengembangkan catalytic converter siap produksi pada 1975.

Dimensi Mungil dan Bobot Ringan Berkat Bodi Fiberglass

Nama resmi kendaraan ini adalah 512 Electric Experimental. Panjangnya hanya 86,3 inci, lebar 56 inci, dengan jarak sumbu roda 52 inci. Sebagai perbandingan, dimensi itu sekitar satu kaki lebih pendek dan tiga inci lebih sempit dari Smart Fortwo generasi pertama.

Bobotnya pun jauh lebih enteng. XP 512E berbobot 1.250 pon, sekitar 250 pon lebih ringan dari Fortwo yang biasanya berada di kisaran 1.500 pon. Faktor utamanya adalah bodi fiberglass dan paket baterai timbal-asam 84 volt yang dirancang khusus untuk menekan bobot.

Performa dan Pengisian Daya yang Mengejutkan

Jangan harap akselerasi seperti EV modern. Motor DC yang dipasang di belakang butuh sekitar 12 detik untuk mencapai kecepatan puncak 30 mph. Sebagai pembanding, saat ini banyak EV bisa menembus 60 mph dalam 3,5 detik atau kurang.

Namun dari sisi pengisian daya, XP 512E justru kompetitif. Baterainya butuh sekitar 7 jam untuk terisi penuh dari stopkontak rumah 115 volt. Angka itu terbilang singkat jika dibandingkan Toyota bZ 2027 yang memerlukan sekitar 60 jam dengan pengisi Level 1, meski perbandingan ini tidak sepenuhnya setara.

Soal jangkauan, XP 512E menempuh 58 mil pada kecepatan konstan 25 mph. Ketika digeber ke top speed 30 mph, jangkauannya turun menjadi hanya 47 mil.

Kabin Sederhana dengan Kanopi Unik

Kendaraan ini tidak dibekali perangkat mewah. Hanya ada satu bangku bench, pemanas atau defroster, dan asbak. Titik menariknya ada pada kanopi yang bisa dimiringkan ke belakang dan dipadukan dengan pintu depan bawah yang terbuka ala BMW Isetta.

Kanopi itu juga menciptakan pengalaman berkendara tanpa atap. Pengemudi bisa melaju dengan kanopi terbuka. Saat Mechanix Illustrated's Tom McCahill menjajalnya, ia menyebut mobil ini "cukup halus" seperti dikutip Hemmings.

Dua Konsep XP 512 Lainnya di Ajang yang Sama

XP 512E bukan satu-satunya konsep berlabel XP 512 di ajang itu. GM juga memajang XP 512H, plug-in hybrid pertama mereka, yang hadir lebih dari 40 tahun sebelum Chevrolet Volt dianggap sebagai PHEV komersial pertama dunia.

Informasi soal 512H memang lebih terbatas, tapi garis besarnya cukup jelas. Mobil ini memakai mesin bensin 200 cc dan motor listrik DC yang mengambil daya dari baterai timbal-asam 72 volt. Mesin bensinnya bisa ikut menggerakkan roda sekaligus menghasilkan listrik untuk baterai.

512H berjalan murni dengan listrik hingga 10 mph, setelah itu mesin bensin masuk memberikan tenaga tambahan. Seperti 512E, model hybrid ini juga bisa diisi dari stopkontak rumah standar. Jangkauan listrik murninya lebih dari lima mil pada kecepatan 30 mph, dan total jangkauannya mencapai 150 mil dengan top speed 35 mph sambil mengonsumsi tiga galon bensin.

Konsep terakhir, 512G, adalah model bensin murni dengan mesin dua silinder 19 inci kubik berdaya 12 tenaga kuda. Akselerasi 0-30 mph memakan 18 detik dan top speed-nya 45 mph, tapi konsumsi bahan bakarnya mencapai 70 mpg dengan jangkauan 280 mil dari tangki empat galon.

Reporter: Galih