FFWS SEA 2026 Fall: AG.AL dan Buriram Amankan Tiket Grand Finals Surabaya, Tiga Wakil Indonesia Tertahan
SPIRITBANGSA.COM — Persaingan di Phase 2 Knockout Stage FFWS SEA 2026 Fall memasuki babak krusial. Dari 12 tim yang bertarung di Week 3 Day 1, AG.AL keluar sebagai tim paling dominan dengan mengamankan posisi puncak klasemen sekaligus tiket pertama menuju Grand Finals yang akan digelar di Surabaya.
Buriram United Esports menyusul di posisi kedua dengan torehan 102 poin. Hasil ini memastikan dua slot pertama Grand Finals seluruhnya menjadi milik Thailand, menegaskan dominasi mereka di kompetisi Free Fire Asia Tenggara musim ini.
AG.AL Tampil Dominan dengan 76 Eliminasi
AG.AL menutup hari dengan koleksi 115 poin, hasil dari satu Booyah, 76 eliminasi, dan 39 Placement Points. Jumlah eliminasi tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta, memperkuat status mereka sebagai kandidat kuat perebut gelar musim ini.
Konsistensi yang ditunjukkan AG.AL sejak Phase 1 berlanjut di babak Knockout. Mereka menjadi tim pertama yang memastikan tempat di Grand Finals melalui jalur Phase 2.
Buriram United Kunci Tiket Kedua
Buriram United Esports mengamankan posisi runner-up dengan 102 poin. Tim asal Thailand ini mencatatkan satu Booyah, 64 eliminasi, dan 38 Placement Points, unggul delapan poin atas Secret WAG yang harus puas di posisi ketiga.
Dengan hasil ini, Thailand kini memiliki dua perwakilan yang sudah pasti tampil di Grand Finals. Kekuatan mereka di kancah Free Fire Asia Tenggara memang tidak bisa diremehkan sejak awal turnamen.
ONIC Jadi Wakil Indonesia Terbaik di Hari Pertama
ONIC menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih Booyah di matchday pertama. Mereka mengumpulkan 84 poin dan menempati peringkat kelima, dengan rincian satu kemenangan, 47 eliminasi, dan 37 Placement Points.
Peluang ONIC untuk menembus dua besar sebenarnya terbuka, tetapi perolehan poin mereka belum cukup untuk mengejar AG.AL maupun Buriram. Meski begitu, performa ini menjadi modal berharga untuk hari berikutnya.
RRQ Kazu dan Bigetron Masih Punya Pekerjaan Rumah
RRQ Kazu mengakhiri hari di posisi keenam dengan 69 poin. Sang Raja mengumpulkan 41 eliminasi dan 28 Placement Points, tetapi gagal meraih Booyah sepanjang pertandingan. Ketiadaan kemenangan membuat mereka harus mengandalkan poin eliminasi untuk menjaga posisi.
Bigetron by Vitality mencatat hasil terendah di antara tiga wakil Indonesia. Robot Merah berada di peringkat ke-10 dengan 54 poin, tanpa Booyah, serta hanya mengoleksi 33 eliminasi dan 21 Placement Points. Capaian ini belum sesuai ekspektasi mengingat konsistensi mereka di Phase 1.
EVOS Divine dan MBR Omega Siap Masuk di Day 2
Persaingan di Week 3 Day 2 dipastikan semakin ketat. Sepuluh tim yang gagal mengunci tiket di hari pertama akan kembali bertanding, bergabung dengan EVOS Divine dan MBR Omega yang masuk sebagai tambahan dari peringkat 13 dan 14 Phase 1.
Total 12 tim akan kembali memperebutkan dua tiket Grand Finals yang tersisa. Bagi ONIC, RRQ Kazu, dan Bigetron, tidak ada ruang untuk kesalahan lagi. Mereka harus tampil maksimal jika ingin memastikan tempat di panggung utama Surabaya.
Dengan lima wakil yang masih berpeluang, Indonesia masih punya harapan untuk tampil di Grand Finals. Namun, persaingan melawan tim-tim Thailand dan negara lain di Asia Tenggara menuntut performa terbaik dari setiap tim.