Disporapar Malang Benahi Sarana Olahraga dengan Rp400 Juta demi Kejar Target Retribusi Rp1,9 Miliar

Disporapar Kota Malang mengalokasikan Rp400 juta untuk merenovasi sejumlah fasilitas olahraga guna mengejar target retribusi Rp1,9 miliar.
Penulis: Wahyu
Senin, 31 Agustus 2026 | 19:11:01 WIB

MALANG - Disporapar Kota Malang tidak hanya berupaya meningkatkan aktivitas olahraga warga, tetapi juga mengoptimalkan aset demi menambah pendapatan asli daerah. Anggaran Rp400 juta dialokasikan untuk merenovasi sejumlah fasilitas yang sebelumnya kurang terawat.

Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastriawan menyebutkan, perbaikan dilakukan pada lampu penerangan, termasuk 10 titik lampu yang mati, serta pembenahan kamar mandi dan area lapangan luar. "Termasuk perbaikan lampu-lampu. Ada sekitar 10 titik lampu yang mati," ujarnya Senin (31/8/2026). Lapangan mini soccer yang sempat tidak aktif juga kembali difungsikan.

Digitalisasi Pembayaran Lewat Aplikasi SIMBAE

Untuk meningkatkan transparansi dan mempermudah akses, Disporapar menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui aplikasi SIMBAE. Masyarakat kini bisa melihat jadwal pemakaian fasilitas dan ketersediaan tanggal secara langsung, tanpa harus datang ke kantor pengelola.

Langkah ini diharapkan meningkatkan frekuensi penyewaan sarana olahraga seperti stadion, lapangan mini soccer, dan lapangan tenis yang selama ini menjadi penyumbang retribusi terbesar.

Konser Musik dan Grup Ungu Siap Gunakan Fasilitas

Sejumlah agenda besar telah terdaftar dalam sistem, antara lain konser musik pada September atau Oktober serta penampilan grup musik Ungu pada November. Untuk kegiatan berdurasi sekitar tiga hari, potensi pendapatan sewa fasilitas diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Peluang Investasi Lapangan Tenis di Atas MOG

Disporapar membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan dua lapangan tenis yang berada di atas Malang Olympic Garden (MOG). Arif mengatakan, proses masih tahap penjajakan. "Kalau ada investor yang berminat, kita buka peluang. Saat ini baru sebatas tanya-tanya dan penjajakan," jelasnya.

Rencana ini tetap disesuaikan dengan arah kebijakan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang ingin kawasan tersebut juga dimanfaatkan untuk aktivitas sepeda pedal. Dengan pembenahan ini, ujian utama bukan sekadar mempercantik fasilitas, tetapi apakah mampu mendongkrak PAD dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Reporter: Wahyu