PLN Sulselbar Matikan Listrik Bergilir Selama 2 Jam, Ini Penyebabnya
SPIRITBANGSA.COM — Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menjelaskan pengaturan beban ini merupakan langkah antisipasi agar sistem kelistrikan tetap stabil selama proses pemeliharaan berlangsung. "Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pasokan listrik. Kami melakukan pengaturan beban dengan estimasi durasi sekitar dua jam, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan," ujar Niki di Makassar, Senin.
Durasi pemadaman bisa berubah tergantung kondisi di lapangan. Tim teknis PLN terus berupaya mempercepat pekerjaan agar pasokan listrik di wilayah terdampak bisa segera pulih penuh.
Isu El Nino, PLN Beri Klarifikasi
Di tengah pemadaman ini, beredar kabar di masyarakat yang mengaitkan mati listrik dengan fenomena El Nino dan turunnya debit air di waduk PLTA. PLN menegaskan dugaan itu keliru. Perusahaan tidak memungkiri kekeringan melanda sejumlah wilayah dan berdampak pada ketersediaan air untuk pembangkit listrik tenaga air. Namun penyebab pemadaman kali ini murni karena pemeliharaan infrastruktur dan pengaturan beban sistem.
Meski begitu, PLN tetap memantau tren kekeringan yang berpotensi menekan kinerja pembangkit berbasis air. Langkah mitigasi dan penyesuaian pola operasi pembangkit terus disiapkan agar pasokan listrik ke pelanggan tetap terjaga.
Imbauan untuk Pelanggan
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Niki mengimbau masyarakat mendukung upaya pemulihan sistem kelistrikan ini. "Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan dan mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya pemulihan sistem kelistrikan ini," tambahnya.
Pengaturan beban ini menjadi pengingat pentingnya ketahanan infrastruktur kelistrikan di Sulawesi. Dengan permintaan listrik yang terus naik, perawatan berkala memang tidak bisa dihindari. Pemadaman bergilir ini adalah konsekuensi jangka pendek untuk memastikan pasokan listrik jangka panjang tetap andal bagi rumah tangga, bisnis, dan industri di Sulbagsel. (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)