UMKM Pekalongan Ramaikan Pencairan Gaji Pensiunan dengan Bazar dan Karaoke
SPIRITBANGSA.COM — Pensiunan ASN yang datang ke Kantor Bank Mandiri Taspen di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pekalongan, pada Selasa tak hanya mengurus pencairan gaji. Mereka disambut bazar mini yang digelar Paguyuban Harmoni Nusantara, menampilkan batik, bordir, rempah-rempah, hingga kerajinan tangan.
Suasana lokasi berlangsung semarak. Para pensiunan yang menunggu giliran tampak menikmati hiburan karaoke di sela-sela transaksi. Kehadiran bazar ini sekaligus memberi pemasaran langsung bagi produk unggulan Pekalongan Raya.
Bazar Mini di Tengah Layanan Pensiunan
Bazar tersebut memanfaatkan momen keramaian penyaluran gaji. Pelaku UMKM mendapatkan tempat berjualan di area bank, tanpa harus mencari pelanggan di luar. Produk yang ditawarkan beragam, dari sandang hingga kebutuhan rumah tangga.
Kegiatan ini, menurut panitia, merupakan bentuk sinergi antara layanan keuangan dan penggerak ekonomi lokal. Para pensiunan dapat berbelanja sambil menyelesaikan urusan administrasi di bank.
Apresiasi Wawali Balgis: UMKM Butuh Ruang Pemasaran
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj Balgis Diab, SE, SAg, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini mempertemukan pelayanan publik dengan pemberdayaan usaha kecil.
"Saya sangat mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM Pekalongan Raya yang tergabung dalam Paguyuban Harmoni Nusantara. Ini merupakan kolaborasi yang baik karena UMKM diberikan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya," ujar Balgis dalam keterangannya.
Menurut Balgis, keberagaman produk yang muncul di bazar membuktikan potensi besar UMKM setempat. Ia berharap akses pemasaran seperti ini terus diperluas agar UMKM bisa naik kelas.
Harapan Pelaku Usaha: Perbanyak Ruang Promosi
Owner Etty Bordir, Etty Kusmiyati Dewi, menyampaikan terima kasih kepada Bank Mandiri Taspen atas penyediaan lokasi jualan. Baginya, kesempatan ini langka karena produk lokal bisa langsung bertemu konsumen.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri Taspen yang telah memberikan space bagi pelaku UMKM untuk berjualan. Ini menjadi kesempatan yang baik bagi kami untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan UMKM Pekalongan kepada masyarakat," kata Etty.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha. "Semakin banyak ruang pemasaran yang tersedia, tentu semakin besar peluang UMKM berkembang dan ikut menggerakkan perekonomian daerah," tuturnya.
Sinergi antara bank, UMKM, dan pemerintah daerah di Pekalongan ini memberi contoh kecil bagaimana layanan publik bisa berdampak pada roda usaha masyarakat. Bagi pensiunan, keberadaan bazar bukan keharusan, melainkan nilai tambah saat mengambil hak mereka.