SPIRITBANGSA.COM — CameraJet hadir dengan kamera makro 100k pixel yang tertanam di bagian bawah kepala sikat. Kamera ini terhubung dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dilatih menggunakan 470.000 gambar gigi selama proses pengembangan. Hasilnya, perangkat mampu mengenali celah antargigi secara real-time dan menyemprotkan cairan pembersih berbentuk kerucut tepat sasaran.
"Dengan menggabungkan kamera, machine learning, presisi dinamika fluida, teknologi sikat canggih, konektivitas, dan Wi-Fi, Dyson CameraJet menghadirkan cara baru untuk menjaga kesehatan mulut Anda," ujar James Dyson, pendiri perusahaan, dalam pernyataan resminya.
Spesifikasi Utama
- Kamera makro 100k pixel dengan sistem Gap Optical Targeting
- AI memproses 28 gambar per detik untuk mendeteksi celah antargigi
- Tangki air 12,5 ml dengan pompa diafragma anti-gravitasi
- Jet cairan berbentuk kerucut dengan tekanan rendah
- Kepala sikat dual-bristle dengan permukaan kontur
- Konektivitas Wi-Fi dan aplikasi pendamping MyDyson
- Harga US$500 (sekitar Rp8,2 juta)
Bagaimana Cara Kerja AI dan Kamera di Dalamnya?
Ketika pengguna menyikat gigi, kamera menangkap gambar secara live dan AI langsung mengidentifikasi ruang antargigi. Dalam 100 milidetik setelah mendeteksi celah, perangkat menembakkan jet cairan pembersih. Dyson mengklaim sistem ini bekerja di semua orientasi—bahkan saat sikat dipegang terbalik.
Dyson mengembangkan sendiri cairan pembersih yang digunakan, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi National University of Singapore selama lima tahun. Mereka menciptakan "plak tiruan" untuk menguji efektivitas jet berbentuk kerucut. Bentuk ini dipilih agar cakupan pembersihan lebih luas, namun dengan tekanan lebih rendah sehingga lebih lembut ke gusi dan enamel gigi.
Kelebihan yang Ditawarkan CameraJet
Keunggulan utama CameraJet terletak pada sistem flossing otomatisnya. Pengguna tidak perlu lagi menggunakan benang gigi atau water flosser terpisah—jet cairan langsung membersihkan sela gigi selama proses menyikat berlangsung. Volume cairan yang disemprotkan sengaja dibuat kecil untuk mencegah air memenuhi rongga mulut.
Kamera juga mendukung fitur live viewing melalui aplikasi MyDyson. Pengguna bisa melihat area mulut yang sulit dijangkau, seperti bagian belakang gigi. Dyson menegaskan tidak ada gambar yang direkam atau disimpan, baik di perangkat maupun cloud. Aplikasi ini juga memberikan umpan balik personal tentang area yang sudah bersih dan area yang masih kurang terjangkau.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
Harga $500 jelas menempatkan CameraJet di segmen premium yang jauh di atas rata-rata sikat gigi elektrik. Belum lagi kebutuhan membeli cairan pembersih khusus yang direkomendasikan bebas SLS (sodium lauryl sulfate) agar tidak berbusa dan menghalangi pandangan kamera.
Resolusi kamera 0,1 megapiksel memang terbilang kecil jika dibandingkan standar kamera smartphone, namun Dyson mengandalkan kekuatan algoritma untuk mengompensasi keterbatasan tersebut. Perusahaan menyebut 16 juta baris kode berada di balik sistem computer vision pada produk ini.
Aplikasi dan Pengaturan Tambahan
Melalui aplikasi MyDyson, pengguna bisa mengatur intensitas sikat serta berbagai mode penyemprotan. Aplikasi juga menyediakan panduan, tips menyikat, dan rekomendasi personal. Dyson menjual pasta gigi non-busa dan obat kumur rendah busa khusus untuk memastikan kamera tetap bisa melihat jelas selama proses menyikat.
CameraJet tersedia di pasar global mulai tahun ini. Dyson belum mengumumkan harga resmi untuk Indonesia, namun diperkirakan akan dipasarkan dengan banderol di kisaran Rp9-10 juta setelah memperhitungkan pajak dan biaya impor.
Produk ini paling cocok untuk pengguna yang serius menjaga kebersihan gigi dan menginginkan satu alat yang merangkap fungsi menyikat, flossing, dan membilas secara otomatis. Namun, bagi mereka yang puas dengan sikat gigi elektrik konvensional plus water flosser terpisah, kombinasi tersebut tetap menjadi alternatif yang jauh lebih ekonomis.