Pencarian

Review MSI Claw 8 EX AI+: Performa Gila, Tapi Harga Rp 29,7 Juta Bikin Mikir

Senin, 31 Agustus 2026 • 17:06:01 WIB
Review MSI Claw 8 EX AI+: Performa Gila, Tapi Harga Rp 29,7 Juta Bikin Mikir
MSI Claw 8 EX AI+ tampil sebagai konsol genggam Windows dengan performa grafis tinggi di kelasnya.

SPIRITBANGSA.COM — MSI Claw 8 EX AI+ masuk ke pasar Indonesia sebagai konsol genggam Windows paling bertenaga yang pernah ada, sekaligus paling mahal. Dibanderol US$1.799,99 atau sekitar Rp29,7 juta (kurs Rp16.500/USD), perangkat ini membandingkan dirinya dengan laptop gaming kelas menengah, bukan sekadar konsol portabel seperti Steam Deck.

Harga Selangit, Tapi Ada Alasannya

Untuk konteks, Asus ROG Ally X yang sempat dikritik karena mahal hanya dibanderol US$999. Steam Deck OLED bahkan lebih murah lagi. Lenovo Legion Go S versi SteamOS mulai dari US$649.

Dengan selisih harga yang mencapai jutaan rupiah, pembeli Claw 8 EX AI+ sebenarnya sudah bisa membeli laptop gaming spek tinggi. Sebagai contoh, Alienware 16X Aurora dengan Intel Core Ultra 9 275HX, RTX 5070, dan RAM 32GB dibanderol US$1.999 — hanya sekitar US$200 lebih mahal dari Claw, padahal performanya dua kali lipat lebih tinggi di benchmark 3DMark.

Pertanyaannya: apakah kenyamanan bermain di genggaman sepadan dengan pengorbanan performa tersebut? Bagi sebagian pro gamer, mungkin belum tentu.

Spesifikasi MSI Claw 8 EX AI+

  • SoC: Intel Arc G3 Extreme (CPU 12-core) dengan GPU Intel Arc B390
  • RAM: 32GB LPDDR5X-8533
  • Storage: 1TB PCIe Gen4 NVMe SSD
  • Layar: 8 inci FHD+ (1920x1200), 16:10, 500 nits, refresh rate 120Hz, IPS touchscreen
  • Port: 2x USB-C/Thunderbolt 4, 1x microSD Express, 1x jack 3.5mm
  • Baterai: 80Whr dengan charging 65W
  • Berat: 786 gram

Chipset Intel Arc G3 Extreme adalah yang pertama di kelas konsol genggam. Berbekal GPU Arc B390 dan RAM besar, Claw 8 EX AI+ sanggup memainkan game AAA modern dengan setting grafis tinggi — sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan perangkat sekelasnya.

Performa: Unggul 35-76% dari ROG Ally X

Hasil benchmark menunjukkan lompatan signifikan. Di 3DMark, Claw 8 EX AI+ mencetak skor Port Royal 3.544, Fire Strike 12.358, dan Time Spy 6.534. Sebagai perbandingan, Asus ROG Ally X hanya mencapai 2.006, 9.141, dan 4.033 di tes yang sama — selisih 76%, 35%, dan 62%.

Skor GeekBench 6.5 memang sedikit di bawah ROG Ally X (2.492 vs 2.788 single-core), tapi untuk urusan grafis, Intel Arc B390 jelas jauh lebih agresif.

Di dunia nyata, artinya begini: Cyberpunk 2077 di setting Ultra (ray-tracing off) berjalan di 43fps — ROG Ally X hanya mampu 8fps di kondisi serupa. Total War: Warhammer 3 di Ultra rata-rata 81fps, dan Dirt 5 di Low menyentuh 95fps.

Pengalaman Gaming: Dari 2D Hingga AAA 60fps

Menguji langsung sejumlah game, Claw 8 EX AI+ tampil solid. Clair Obscur: Expedition 33 berjalan mulus di 60fps tanpa penurunan berarti. Doom: The Dark Ages juga stabil di 60fps. Baldur's Gate 3 di Ultra rata-rata 38fps — sangat layak main untuk ukuran handheld.

The Elder Scrolls 4: Oblivion Remastered sempat menyentuh 60fps di area tertutup, meski turun drastis saat memasuki area terbuka yang padat. Masih lebih baik dari dugaan awal, mengingat banyak pemain PC desktop sekalipun mengeluhkan performa di game ini.

Baterai jadi catatan tersendiri. Dengan kapasitas 80Whr, harapannya daya tahan panjang, namun benchmark PC Mark 10 Gaming Battery hanya menghasilkan 1 jam 36 menit pada pengujian pertama, lalu bervariasi antara 1 jam 40 menit hingga 2 jam 31 menit di percobaan berikutnya. Mode AI bawaan yang menyesuaikan konsumsi daya secara dinamis memang membantu, tapi jangan berharap bisa marathon 3 jam untuk game AAA.

Desain dan Ergonomi: Ringan, Tapi Nyaman

Bobot 786 gram terasa ringan saat digenggam berkat distribusi yang baik. Grips dengan tekstur laser-etched membantu cengkeraman, meski cepat membuat telapak tangan berkeringat. Tombol dan thumbstick menggunakan Hall effect yang lebih awet dan responsif, walau tidak setajam TMR di controller premium.

Layar 8 inci dengan refresh rate 120Hz sangat memanjakan mata. Tingkat kecerahan 500 nits cukup untuk bermain di luar ruangan, asalkan tidak menghadap langsung ke sinar matahari.

Catatan: Software dan Fingerprint Bermasalah

Dua hal yang perlu diketahui sebelum membeli. Pertama, fingerprint scanner di tombol power sangat tidak responsif — butuh 3-4 kali percobaan untuk membuka kunci. Kedua, launcher MSI Center M sering error; kadang tombol MSI tidak merespons, atau input kontroler terkunci saat pindah dari game ke menu.

Tidak ada trackpad, jadi game yang butuh kursor hanya bisa dimainkan lewat sentuhan layar. Ini membatasi sebagian library Steam dan Windows.

Apakah Layak Dibeli?

MSI Claw 8 EX AI+ jelas bukan untuk semua orang. Jika Anda mencari konsol genggam sekadar untuk bermain santai saat bepergian, Steam Deck OLED atau ROG Ally X dengan harga jauh lebih murah sudah lebih dari cukup.

Namun jika Anda menginginkan performa setara gaming PC kelas menengah yang bisa dibawa ke mana-mana — dan budget bukan masalah — Claw 8 EX AI+ adalah satu-satunya perangkat yang mampu.

Untuk pasar Indonesia, pertimbangkan juga pajak dan garansi resmi yang bisa membuat harganya membengkak. Dengan kisaran Rp30 jutaan, keputusan membeli perangkat ini lebih karena passion daripada kebutuhan praktis.

Sumber: techradar.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks