Pencarian

Laba BRI Tumbuh 17,5% ke Rp31,2 Triliun, Efisiensi Biaya Dana Kunci Utama

Senin, 31 Agustus 2026 • 10:11:31 WIB
Laba BRI Tumbuh 17,5% ke Rp31,2 Triliun, Efisiensi Biaya Dana Kunci Utama
Laba bersih konsolidasi BRI tumbuh 17,5 persen menjadi Rp31,2 triliun pada kuartal II 2026.

SPIRITBANGSA.COM — Laba bersih konsolidasi BRI mencapai Rp31,2 triliun pada kuartal II 2026, atau melejit 17,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Angka ini bukan sekadar catatan rekor, melainkan buah dari kebijakan pengetatan biaya yang dijalankan manajemen dalam setahun terakhir.

Biaya Dana Turun ke 2,4 Persen, Efeknya ke Laba

Perbaikan profitabilitas itu tidak lepas dari turunnya biaya pendanaan atau cost of fund. Secara bank only, rasio ini membaik signifikan dari 3 persen pada kuartal II 2025 menjadi 2,4 persen pada kuartal II 2026—turun 0,7 persen dalam setahun.

Selain itu, kualitas aset yang lebih sehat turut menopang laba. BRI berhasil menekan biaya pencadangan seiring membaiknya rasio kredit bermasalah di lini usaha mikro dan ritel.

“Pada akhirnya, kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut menghasilkan laba bersih BRI di triwulan II 2026 sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh sebesar 17,5 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers pemaparan kinerja kuartal II 2026, Senin (31/8).

Transformasi Repollution Reignite Punya Peran Kunci

Hery menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari agenda transformasi berkelanjutan yang diberi nama Repollution Reignite. Fokus program ini adalah memperkuat fundamental bisnis, menerapkan disiplin efisiensi, dan menjalankan manajemen risiko yang prudential.

Lewat kerangka kerja itu, BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga menjaga keseimbangan antara ekspansi dan ketahanan neraca. Hasilnya, kualitas pendapatan menjadi lebih solid karena ditopang margin bunga yang sehat dan biaya operasional yang terkendali.

Bagi investor, tren efisiensi ini memberi sinyal positif. Dengan cost of fund yang terus menurun, ruang bagi BRI untuk memperbaiki margin bunga bersih (NIM) semakin terbuka—sekaligus menjadi bantalan saat tekanan suku bunga global berlanjut.

Sumber: inews.id

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks