Pencarian

Tertekan, tapi Masih Ada Harapan: Harga Emas Terkoreksi 3,22%, Data Tenaga Kerja AS jadi Penentu

Senin, 31 Agustus 2026 • 08:26:31 WIB
Tertekan, tapi Masih Ada Harapan: Harga Emas Terkoreksi 3,22%, Data Tenaga Kerja AS jadi Penentu
Harga emas terkoreksi 3,22 persen dan menjauh dari level tertingginya di USD4.696,18 per troy ons pada pekan lalu.

SPIRITBANGSA.COM — Koreksi tajam yang dialami emas pekan lalu membawa harga logam mulia ini menjauh dari level tertingginya di USD4.696,18 per troy ons. Kondisi ini dipicu pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang memberi sinyal bank sentral AS belum selesai memastikan inflasi turun ke target 2%.

Wall Street dan Investor Ritel Terbelah: Data Ketenagakerjaan Jadi Penentu

Sinyal tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada September melonjak ke 58% dari sebelumnya 36%, sementara peluang untuk Desember mencapai 89%. Suku bunga tinggi memang menjadi tantangan bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga.

Namun, prospek emas pekan ini tidak sepenuhnya suram. Survei Kitco News mengungkap sentimen analis Wall Street yang masih terbagi. Dari 21 analis, 48% memperkirakan harga emas naik, 29% memproyeksikan penurunan, dan 24% lainnya melihat konsolidasi. Investor ritel lebih optimistis, dengan 59% dari 207 responden memperkirakan penguatan.

Dua Narasi Berlawanan di Balik Proyeksi Harga Emas

Head of currency strategy di investingLive, Adam Button, memperkirakan emas masih akan menghadapi tekanan. "Lebih rendah," ujarnya, menilai pernyataan Warsh secara efektif telah memberi sinyal kuat kemungkinan kenaikan suku bunga bulan depan.

Sebaliknya, President dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan, melihat peluang rebound. Menurutnya, Warsh akan cenderung menahan kenaikan suku bunga karena beban utang AS yang mencapai sekitar USD40 triliun.

Perang narasi antara kebijakan moneter hawkish dan kekhawatiran fiskal ini menjadi taruhan utama investor emas pekan ini.

Kalender Ekonomi Pekan Ini: Nonfarm Payrolls jadi Puncak

Agenda ekonomi AS mulai padat Selasa (1/9) dengan rilis ISM Manufacturing PMI dan data JOLTS job openings, bersamaan dengan keputusan suku bunga Bank Sentral Selandia Baru. Rabu (2/9) giliran data ADP private payrolls dan kebijakan Bank of Canada yang dinanti.

Puncaknya, Jumat (4/9), data Nonfarm Payrolls Agustus akan dirilis. Data ini menjadi katalis utama yang menentukan arah kebijakan The Fed. Pelemahan data tenaga kerja berpotensi memicu rebound emas, sementara data yang kuat akan memperkuat taruhan kenaikan suku bunga dan kembali menekan harga.

Sebelum NFP tiba, rilis initial jobless claims dan ISM Services PMI pada Kamis (3/9) akan menjadi pemanasan yang turut memengaruhi pergerakan emas jangka pendek.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: rctiplus.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks