Pencarian

Pertamina Bantu Nelayan dengan AI, Pendapatan Naik 68 Persen

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:03:31 WIB
Pertamina Bantu Nelayan dengan AI, Pendapatan Naik 68 Persen
Nelayan di Cilacap Selatan memanfaatkan teknologi Iwak berbasis AI untuk meningkatkan pendapatan rata-rata hingga 68 persen.

SPIRITBANGSA.COM — Nasib nelayan tradisional kerap ditentukan oleh tebakan. Berangkat melaut sebelum subuh dengan modal bahan bakar dan tenaga, belum tentu membawa pulang hasil yang sepadan. Di Cilacap Selatan, Jawa Tengah, catatan MetaSeaco menunjukkan 41 persen dari 6.806 perjalanan melaut berujung rugi.

Kondisi itulah yang mendorong MetaSeaco, startup binaan program Pertamuda milik Pertamina, menghadirkan Iwak. Teknologi ini menggabungkan AI dengan data satelit untuk memberi tahu nelayan kapan waktu terbaik melaut, jenis ikan yang bisa ditarget, hingga titik koordinat yang potensial.

"Dari rumah, nelayan sudah bisa mengetahui apakah hari itu sebaiknya melaut atau tidak. Jika melaut, teknologi ini juga memberikan rekomendasi titik koordinat dan waktu terbaik untuk menangkap ikan," ujar CEO MetaSeaco, Catur Prasetyo Nugroho.

Hasil Nyata di Cilacap

Sebanyak 15 perahu nelayan di Cilacap telah menggunakan Iwak. Hasilnya cukup signifikan. Biaya operasional turun sekitar 23 persen, sementara pendapatan rata-rata nelayan melonjak 68 persen. Perjalanan melaut yang merugi juga berkurang dari 41 persen menjadi sekitar 30 persen.

Tingkat akurasi prediksi teknologi ini pun terbilang menjanjikan. Untuk ikan tenggiri batang, akurasinya mencapai 91 persen. Bawal putih 85 persen, dan layur 70 persen. Dalam satu perjalanan, nelayan yang mengikuti koordinat dengan skor prediksi tinggi bahkan bisa membawa pulang pendapatan sekitar Rp 3 juta.

Kesuksesan di Cilacap ini akan direplikasi ke lebih banyak desa. Melalui kolaborasi DEB Pertamina dengan program Pertamuda, teknologi MetaSeaco bakal dikembangkan untuk masyarakat binaan Pertamina di wilayah operasinya.

Inovasi Lain untuk Petani dan Kelapa

Bukan hanya nelayan, petani juga kebagian manfaat. Startup energi terbarukan Terangin, yang masuk Top 3 Pertamuda 2025 kategori Energy Future, akan membawa teknologi penghalau burung berbasis laser otomatis ke DEB Juntinyuat, Indramayu. Teknologi ini diharapkan mengurangi gangguan hama burung dan meningkatkan produktivitas pertanian.

"Terima kasih kepada Pertamina dan Pertamuda yang telah memberikan berbagai dukungan, mulai dari pendanaan, mentoring, publikasi, dan banyak hal lainnya. Dukungan tersebut sangat membantu kami untuk terus berkembang dan menjadi lebih mandiri," kata CEO Terangin, Muhammad Hanif.

Di DEB Nagari Katapiang, Pertamina menggandeng PT Global Vision Tech untuk mengembangkan rantai nilai komoditas kelapa. Mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat hingga pengolahan dan penciptaan produk bernilai tambah.

Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menegaskan inovasi tidak boleh berhenti sebatas purwarupa atau sekadar memenangkan kompetisi. Inovasi harus menemukan jalannya menuju masyarakat.

"Melalui Festival Desa Energi Berdikari 2026, Pertamina mendorong semakin banyak inovasi karya anak bangsa untuk menemukan ruang implementasinya di tengah masyarakat. Sebab, ketika energi, teknologi, dan inovasi bertemu dengan kebutuhan masyarakat, yang tumbuh bukan hanya produktivitas, tetapi juga kemandirian," ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026 yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertamina menargetkan dampak dari 269 desa energi berdikari yang tersebar di Indonesia bisa semakin besar dengan hadirnya teknologi tepat guna di tengah masyarakat.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks