SOLO — Antusiasme warga menukarkan uang logam di booth Bank Indonesia (BI) Solo Square melampaui perkiraan. Dalam dua hari pertama, tercatat 36.119 keping koin terkumpul dengan total nominal mencapai Rp 15 juta, didominasi pecahan Rp 500 dan Rp 1.000.
Administrator Perkasasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, mengatakan tren penukaran meningkat signifikan dari hari ke hari. Pada hari pertama, Jumat, terkumpul Rp 6 juta dari 14.810 keping. Angka itu melonjak menjadi Rp 9 juta dengan total 21.309 keping pada hari kedua, Sabtu.
Warga Pecahkan Celengan demi Uang Kertas
Deddy (30), warga Solo, menjadi salah satu penukar dengan antrean paling awal. Ia membawa tabungan koin hasil kembalian belanja selama satu tahun dan berhasil menukarnya sebesar Rp 600 ribu.
"Ini tabungan sebenarnya. Kalau ada kembalian koinan, kita kumpulin. Sudah sekitar setahunan ini," katanya di Solo Square, Minggu (30/8/2026).
Hal serupa dilakukan Sati, warga Sukoharjo. Perempuan ini mengaku harus memecahkan celengan yang sudah bertahun-tahun tidak dibuka untuk dibawa ke lokasi penukaran. Kebiasaan menabung receh dilakukan seluruh anggota keluarganya.
"Kalau ada kembalian langsung masuk celengan, nggak pernah dipakai recehnya. Mayoritas koin Rp 500 dan Rp 1.000," terangnya.
Berapa Nominal Tukar Terbanyak?
Faisal menyebut satu penukar membawa koin senilai Rp 2,3 juta, menjadi nominal terbesar yang tercatat selama dua hari penyelenggaraan. Pecahannya campur, mulai dari Rp 100 hingga Rp 1.000.
"Paling banyak kemarin itu ada satu penukar yang membawa sekitar Rp 2.300.000 dalam bentuk koin. Pecahannya campur, dari Rp 100 sampai Rp 1.000," ujarnya.
Mengapa BI Solo Mengumpulkan Koin dari Warga?
Program ini digagas karena uang logam yang dikeluarkan BI jarang kembali ke perbankan. Masyarakat cenderung menyimpan koin di rumah sehingga perputarannya macet, sementara sektor ritel seperti swalayan justru sangat membutuhkan uang receh untuk transaksi.
"Uang logam yang keluar dari BI biasanya tidak kembali lagi karena masyarakat lebih suka menyimpannya di rumah. Jadi kita inisiatif mengambilnya untuk diputarkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan," jelas Faisal.
Bawa 100 Keping, Dapat Minyak Goreng Gratis
Untuk menarik minat warga, BI Solo menyediakan 1 liter minyak goreng bagi penukar pertama setiap harinya dengan minimal penukaran 100 keping. Pada hari ketiga, Minggu, sudah ada 60 liter minyak goreng yang disiapkan karena antrean mencapai 60 orang sejak pagi.
"Hari ini kita sediakan 60 liter minyak goreng karena antusiasmenya sangat tinggi. Ini bentuk apresiasi kami karena warga sudah mau repot-repot membawa koin dari rumah ke sini," tambah Faisal.
Koin yang Terkumpul Dimusnahkan atau Diedarkan Lagi?
Faisal memastikan tidak semua koin yang terkumpul akan dimusnahkan. BI Solo akan melakukan proses penyortiran terlebih dahulu untuk memisahkan uang yang masih layak edar dengan yang sudah rusak.
"Nanti kita sortir. Uang yang sudah tidak layak edar akan dimusnahkan. Namun, uang yang masih layak edar akan kita edarkan kembali melalui perbankan untuk memenuhi kebutuhan ritel," pungkasnya.