SPIRITBANGSA.COM — Penyesuaian harga ini tidak berlaku merata untuk semua jenis BBM. Dari total tujuh produk yang dipasarkan Pertamina Patra Niaga, hanya tiga yang mengalami kenaikan, sementara empat lainnya tetap di harga lama. Langkah ini, menurut manajemen, dilakukan dengan mempertimbangkan keekonomian serta daya beli masyarakat.
Pertamina Dex Paling Mahal, Naik Lebih dari 19 Persen
Kenaikan paling signifikan menimpa Pertamina Dex, bahan bakar diesel dengan performa tinggi. Harganya melonjak dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter, naik 19,1 persen dalam satu kali penyesuaian. Artinya, setiap kali pengendara mengisi penuh tangki 50 liter, biaya tambahannya mencapai Rp202.500.
Di bawahnya, Dexlite ikut merangkak naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Sementara Pertamax Turbo yang menyasar kendaraan berkompresi tinggi kini dipatok Rp19.600 per liter, naik Rp1.300 dari posisi sebelumnya Rp18.300.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan perubahan ini merujuk pada formula yang telah ditetapkan pemerintah. "Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat," ujarnya.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina 1 September 2026
Bagi Anda yang hendak mengisi bahan bakar, berikut gambaran utuh harga terbaru di seluruh stasiun pengisian milik Pertamina:
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 per liter, naik Rp1.300
- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter, tidak berubah
- Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter, tidak berubah
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter, naik Rp4.050
- Dexlite: Rp23.700 per liter, naik Rp4.000
- Pertalite: Rp10.000 per liter, tetap
- Biosolar: Rp6.800 per liter, tetap
Jika dirata-rata, kenaikan sekitar 12 hingga 20 persen untuk produk non-subsidi. Namun, dari sisi nominal, Dexlite justru mengalami selisih kenaikan terbesar dibanding Pertamax Turbo.
BBM Subsidi dan Dua Jenis Ini Tidak Ikut Naik
Kabar baiknya, semua BBM subsidi tetap aman. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Artinya, masyarakat yang bergantung pada transportasi umum atau kendaraan roda dua tidak akan merasakan beban tambahan.
Menariknya, Pertamax Green 95 dan Pertamax standar juga tidak tersentuh. Pertamax tetap di angka Rp15.950 per liter, sementara Pertamax Green 95 yang merupakan campuran etanol tetap stabil di Rp16.600. Ini menandakan segmented adjustment: hanya produk dengan pangsa pasar terbatas yang disesuaikan, sementara produk dengan daya serap masyarakat lebih luas dijaga harganya.
Menakar Dampaknya
Keputusan ini menjadi penanda bahwa skema harga BBM non-subsidi berjalan dinamis mengikuti pasar. Bagi pemilik kendaraan diesel komersial—seperti armada logistik atau angkutan barang—kenaikan Dexlite berpotensi mengerek biaya operasional. Namun, karena Pertalite dan Biosolar tidak berubah, tekanan inflasi di sektor transportasi umum diperkirakan tetap terkendali.
Pertamina sendiri terus memantau dinamika pasar. Jika harga minyak mentah dunia turun dalam beberapa bulan ke depan, bukan tidak mungkin penyesuaian berikutnya justru membawa kabar baik bagi konsumen.