Cetak Laba Melonjak 218%, Ini Pendorong Kinerja Bukit Asam

Direktur Utama PT Bukit Asam Bambang Ismawan menyampaikan keterangan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/9/2026).
Penulis: Wahyu
Selasa, 01 September 2026 | 20:05:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Lonjakan laba tersebut tidak lepas dari membaiknya kondisi operasional setelah periode sebelumnya penuh tantangan. Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menyebut perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan.

"Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan," kata Bambang dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (1/9/2026).

Laba Melonjak di Tengah Turunnya Volume Penjualan

Menariknya, kenaikan laba ini terjadi saat volume penjualan justru turun 2%. Namun, perusahaan diuntungkan oleh kenaikan indeks harga batu bara dunia. Newcastle Index naik 25% dan ICI-3 naik 15%, yang pada akhirnya mendorong harga jual rata-rata perseroan menguat 10% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Artinya, alih-alih mengandalkan kuantitas, PTBA mendapatkan dorongan pendapatan dari membaiknya harga komoditas di pasar global. Strategi ini terbukti ampuh menjaga margin keuntungan di tengah fluktuasi permintaan.

Penjualan Domestik Masih Dominan, Ekspor Tembus Lima Negara

Dari sisi pasar, penjualan domestik masih menjadi tulang punggung dengan porsi 51% dari total penjualan. Sisanya, 49%, berasal dari pasar ekspor yang menyasar lima negara utama: Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Diversifikasi pasar ini menjadi kunci ketahanan kinerja perseroan. Ketika permintaan domestik melambat, pasar ekspor tetap mampu menopang pendapatan. Sebaliknya, ketika harga internasional sedang tinggi seperti sekarang, porsi ekspor yang signifikan menjadi berkah tersendiri bagi laba perusahaan.

Mengapa Kinerja Ini Penting?

Performa positif di semester pertama ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa PTBA mampu beradaptasi dengan dinamika pasar batu bara. Setelah tahun sebelumnya harga komoditas tertekan, kini arahnya berbalik menguntungkan.

Dengan tren harga yang masih menjanjikan, peluang PTBA untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di paruh kedua tahun ini terbuka lebar. Apalagi permintaan batu bara dari negara-negara berkembang seperti Vietnam dan India diprediksi tetap solid sepanjang tahun.

Reporter: Wahyu