Pencarian

Setelah Demo yang Dibilang Mudah, Onimusha: Way of the Sword Versi Penuh Justru Brutal di Boss Fight

Selasa, 01 September 2026 • 23:09:31 WIB
Setelah Demo yang Dibilang Mudah, Onimusha: Way of the Sword Versi Penuh Justru Brutal di Boss Fight
Musuh Genma mulai mengepung pemain dengan pola serangan yang lebih kompleks di versi penuh Onimusha: Way of the Sword.

Yang menarik, awal permainan memang tetap mudah bagi pemain yang sudah terbiasa dengan gim aksi. Dua sampai tiga jam pertama berjalan mulus berkat pengenalan mekanik yang perlahan. Namun begitu masuk wilayah selanjutnya, Onimusha: Way of the Sword berubah menjadi ujian kesabaran yang nyata.

Musuh Bukan Patung: Kelompok Genma Mulai Menjepit

Kritik terbesar pemain sejak demo adalah serangan musuh yang terlalu pasif—mereka dianggap menunggu giliran satu per satu. Di versi penuh, kekhawatiran ini tidak sepenuhnya terjadi. Memang benar, saat dikepung kelompok, musuh tidak menyerang serentak. Tapi komposisi musuh berubah signifikan setelah jam-jam awal.

Setiap kelompok biasanya berisi minimal satu "heavy" yang tidak bisa dihajar dengan tombol asal. Musuh tipe ini bisa memblokir, melancarkan serangan yang tak bisa ditahan, atau melakukan grapple dengan damage besar. Di belakang mereka, pemanah atau Genma terbang melempar proyektil. Saat pemain fokus ke musuh besar, justru di situlah Genma kecil menusuk dari belakang. Momen itu membuka salah satu animasi terbaik gim: Musashi menaruh pedang di belakang punggungnya untuk menangkis serangan diam-diam—adegan yang terasa sangat sinematik ala film samurai.

Seiring progres, musuh biasa mulai membawa perisai, memakai armor, bahkan menyerap souls yang baru saja keluar dari tubuh kawan-kawannya. Musuh lemah yang di awal mudah ditebas juga mulai melakukan sidestep untuk menghindari serangan berat vertikal dan sesekali memblokir combo. Ada opsi menghancurkan pertahanan mereka dengan shoulder check yang bisa dibuka beberapa jam kemudian, tapi tetap butuh timing.

Boss yang Hajar Stamina: Jawaban untuk Keluhan "Button Mashing"

Keluhan pemain bahwa gim ini bisa ditaklukkan dengan menekan tombol asal hanya berlaku untuk beberapa jam pertama. Begitu berhadapan dengan boss, pola itu berakhir sudah. Alur pertarungan boss sangat mirip Sekiro: pemain wajib mempelajari serangan, melakukan parry dan deflect berulang kali untuk menguras stamina musuh, lalu membalas dengan damage besar.

Memblokir tanpa perhitungan juga berbahaya. Ada serangan yang langsung menghabiskan seluruh stamina jika ditahan, memaksa pemain beralih ke parry atau deflect. Deflect sebenarnya punya timing yang lebih longgar, tapi memicu pertimbangan baru: teknik mana yang harus dipakai di tengah tekanan. Saat boss menghancurkan stamina pemain, mereka mencuri souls dan ikut menguat—situasi yang berbalik cepat menjadi mimpi buruk.

Tentang kecepatan, Way of the Sword memang lebih lambat dibanding Devil May Cry atau Ninja Gaiden, bahkan lebih pelan dari soulslikes bikinan Team Ninja. Tapi gim ini justru menonjol karena menekankan bobot tiap ayunan pedang, dan animasi duelnya terasa seperti representasi sinematik dari film samurai. Teknik paling berisiko, issen, mengharuskan pemain menekan tombol serangan tepat sebelum terkena pukulan untuk membalas instan. Kesalahan kecil di sini berarti luka parah.

Mode Sulit Terkunci: Capcom Kurang Tepat Waktu?

Ada satu catatan: Capcom menyediakan mode kesulitan lebih tinggi, tapi harus dibuka dengan menamatkan gim. Mengingat durasinya yang panjang—hampir 40 jam—keputusan itu terasa kurang bijak. Seandainya opsi tersebut tersedia sejak awal, kritik pemain yang menginginkan tantangan langsung mungkin tidak akan sebesar itu. Tapi produser Kadowaki tampaknya sengaja merancang kurva kesulitan yang naik perlahan demi memastikan pemain memahami mekanik sebelum dihajar habis-habisan.

Onimusha: Way of the Sword direncanakan rilis pada 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Ketersediaan di Indonesia belum diumumkan Capcom, begitu juga dengan harga resmi untuk pasar regional. Yang jelas, pemain yang sempat kecewa dengan demo—dan punya nyali—boleh bersiap: versi lengkapnya tidak selembut penampilannya.

Sumber: pcgamer.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks