SPIRITBANGSA.COM — Pemerintah Kota Moskow melalui Moscow City Tourism Committee gencar memasarkan potensi wisatanya ke pasar Indonesia. Dalam roadshow di Jakarta yang mempertemukan 16 agen perjalanan Rusia dengan pelaku industri pariwisata Tanah Air, mereka membawa kabar baru: kota berjuluk The Third Rome ini semakin siap menyambut wisatawan Muslim.
Kota yang memiliki lebih dari 1.200 taman dan area hijau, 23 ribu restoran, serta 450 museum ini menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia. Angka awal 2026 mencatat 3.600 perjalanan wisatawan Indonesia ke Moskow, tumbuh 12 persen dibanding periode sama tahun lalu. Berapa Lama dan Kapan Waktu Terbaik Berkunjung?
Rata-rata wisatawan Indonesia menghabiskan sembilan hari di Moskow. Angka ini lebih lama dibanding turis internasional lainnya, menurut Kepala Direktorat untuk Asia, CIS, dan Amerika Latin Moscow City Tourism Committee, Maria Pasuginova.
"Jadi, walau sudah mengunjungi banyak tempat di Moskow, selalu ada kesempatan untuk menemukan hal baru," ujar Maria dalam presentasinya, Selasa (1/9/2026).
Moskow menawarkan kombinasi sejarah lebih dari seribu tahun dengan atraksi modern. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menegaskan bahwa kota ini bukan sekadar pusat politik, melainkan kota dengan kedalaman sejarah yang panjang. e-Visa 4 Hari, Tinggal 30 Hari
Salah satu kemudahan terbesar bagi turis Indonesia adalah sistem visa elektronik. Pendaftaran dilakukan sepenuhnya online dengan masa pengerjaan hanya empat hari kerja.
"Indonesia sudah masuk daftar negara yang bisa membuat visa secara online. Anda tidak perlu datang ke kantor saya, hanya empat atau lima hari e-visa sudah jadi," jelas Tolchenov.
Dengan e-visa ini, pengunjung bisa tinggal hingga 30 hari di Moskow. Proses ini memangkas birokrasi yang sebelumnya menjadi kendala utama perjalanan ke Rusia. Panduan Ramah Muslim dan Fasilitas Halal
Moskow menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi wisatawan Muslim. Kota ini memiliki restoran halal, masjid, dan ruang ibadah yang tersebar di berbagai titik. Hotel-hotel di Moskow juga mulai menyesuaikan layanan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.
Pemerintah kota telah menyiapkan panduan ramah Muslim yang bisa membantu merancang perjalanan ke Moskow. Panduan ini memuat informasi masjid terdekat, restoran halal, hingga fasilitas ibadah di area publik.
"Saya yakin kalian akan sangat nyaman dan diterima serta bisa mencari makanan halal, ruang ibadah, dan semua hal untuk perjalanan yang nyaman ke Moskow," kata Maria. Kendala yang Masih Diusahakan: Bahasa dan Penerbangan
Meski fasilitas wisata terus dibenahi, dua kendala utama masih menjadi pekerjaan rumah: bahasa dan penerbangan langsung. Saat ini, turis Indonesia harus terbang dengan satu kali transit sebelum tiba di Moskow.
"Untuk perbedaan bahasa, Moskow memiliki lingkungan yang ramah dengan berbahasa Inggris untuk berkomunikasi. Kendala visa juga sudah bisa menggunakan e-visa," jelas Maria.
Penerbangan langsung terus diusahakan oleh kedua pihak. Belum ada kepastian kapan rute ini akan terwujud, namun Moscow City Tourism Committee menyatakan komitmennya untuk mempercepat realisasi rute tersebut. Tips Berkunjung ke Moskow untuk Wisatawan Indonesia
- Urus e-visa minimal seminggu sebelum keberangkatan melalui kanal resmi pemerintah Rusia. - Pelajari lokasi masjid dan restoran halal di sekitar area hotel sebelum berangkat. - Siapkan aplikasi penerjemah karena tidak semua warga lokal fasih berbahasa Inggris, meski lingkungan kota dinilai ramah. - Alokasikan waktu 7–9 hari untuk mengeksplorasi museum, taman, dan situs budaya Moskow.
Roadshow ini menjadi langkah konkret memperkuat hubungan pariwisata kedua negara. Tolchenov berharap kunjungan timbal balik bisa membuat Indonesia dan Rusia saling memahami, sekaligus memperkuat relasi pertemanan antar negara.