Nihil Titik Api di Pekanbaru, Agung: Asap Bisa Datang karena Angin
SPIRITBANGSA.COM - Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, memastikan kebakaran lahan di wilayahnya telah terkendali. Ia menyatakan tidak ada lagi titik api yang terpantau di dalam batas kota.
Agung menegaskan, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru selama dua hari terakhir tidak otomatis berasal dari kebakaran lahan di dalam kota. Menurutnya, jumlah titik api di Provinsi Riau secara keseluruhan juga berkurang drastis, didukung oleh hujan yang mengguyur sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
"Namun asap, karena arah angin yang kita tidak tahu. Ketika pagi hari muncul kabut asap, siang hari mulai hilang," ujar Agung Nugroho.
Ia menjelaskan, pergantian arah angin berpotensi membawa asap dari wilayah lain ke Pekanbaru. Hal ini menyebabkan kabut asap muncul kembali dan menurunkan kualitas udara pada jam-jam tertentu.
Meski kualitas udara sempat memburuk, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka. Para murid masih mengikuti pelajaran di sekolah dengan penyesuaian tertentu sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak buruk udara.
Agung menegaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru akan kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kualitas udara mencapai level berbahaya.
"Ketika memang ada warning berbahaya, kita akan tetapkan kembali belajar jarak jauh, dalam kondisi ini kita mengambil keputusan secara tanggap," ungkapnya.
Selama pembelajaran tatap muka berjalan, murid-murid diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar kelas. Pemakaian masker juga diwajibkan, terutama saat siswa melakukan kegiatan di area terbuka.
Agung menambahkan, Pemko akan terus mengawasi perkembangan kualitas udara. Kebijakan pendidikan akan disesuaikan dengan situasi terkini demi menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik sebagai prioritas utama.
Sebelumnya Pemko Pekanbaru sempat menerapkan belajar daring karena kualitas udara di Pekanbaru masuk kategori berbahaya akibat kabut asap. Namun sejak Senin (31/8/2026) sekolah kembali menerapkan belajar tatap muka karena kualitas udara membaik.
Hal ini tak terlepas dari hujan deras yang mengguyur wilayah Riau, serta upaya pemadaman api oleh tim gabungan dari pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat. Akibatnya, hotspot turun drastis di Bumi Lancang Kuning