Bansos Tunai 2027 Ganti Sembako, Verifikasi Wajah & Daftar via Pemda

Pemerintah mengumumkan rencana penggantian bansos sembako menjadi bansos tunai yang disalurkan langsung ke rekening warga penerima pada awal 2027.
Penulis: Doni
Kamis, 03 September 2026 | 17:26:31 WIB

Subsidi Langsung ke Warga, Bukan ke Produk

SPIRITBANGSA.COM — Luhut mengungkapkan perubahan ini saat berkunjung ke Subang, Jawa Barat. Menurut dia, pemerintah tidak lagi memberikan insentif pada produk tertentu, melainkan menyalurkan insentif langsung kepada orang yang berhak menerima.

"Jadi nanti sekian puluh juta atau ratus juta penduduk kita yang qualified untuk menerima cash transfer itu saya kira bisa kita lakukan pada awal tahun depan. Kita akan uji coba pada awal 2027," ungkap Luhut.

Skema ini diyakini lebih efisien karena warga bisa membelanjakan uang sesuai kebutuhan masing-masing. Penyaluran langsung ke rekening juga dimaksudkan menekan potensi pemotongan oleh oknum di lapangan yang kerap terjadi pada penyaluran barang.

Verifikasi Data Pakai AI dan Pemindaian Wajah

Sistem pendataan penerima akan dirombak besar-besaran memanfaatkan teknologi pemerintah atau government technology berbasis kecerdasan buatan (AI). Luhut mengatakan tata kelola pemerintahan akan menggunakan pendataan biometrik tingkat tinggi, termasuk pengenalan wajah atau face recognition.

"Karena pertemuan orang-orang akan sangat berkurang, karena semua dengan face recognition, dengan biometrik itu sudah bisa semua didapat. Pendataan ini saya kira satu loncatan yang hebat di zaman pemerintahannya Presiden Prabowo," jelas Luhut.

Dengan minimnya pertemuan fisik, potensi penyimpangan anggaran disebut bisa ditekan drastis. Pendekatan ini menjawab keluhan panjang selama ini: bansos yang salah sasaran atau disunat di tengah jalan.

Peran Pemda dan Hal yang Perlu Disiapkan Warga

Pemerintah pusat tidak bekerja sendirian dalam proses pendataan. Pemerintah daerah di masing-masing wilayah akan ditugasi mengawal pendaftaran warganya yang ingin menerima bantuan.

"Kita dukung semua dan semua pemda saya kira akan terlibat, saya sudah minta juga untuk me-register, mendaftar untuk yang ingin dapat bansos," tegas purnawirawan jenderal bintang empat tersebut.

Yang perlu digarisbawahi: skema ini masih dalam tahap persiapan. Detail kriteria penerima, besaran nominal, dan mekanisme teknis pendaftaran belum diumumkan resmi. Luhut juga belum menyebut apakah penerima bansos lama otomatis masuk daftar atau harus mendaftar ulang.

Warga yang selama ini menerima bansos sembako disarankan aktif memantau pengumuman dari kelurahan atau pemerintah kabupaten/kota setempat. Informasi yang beredar di media sosial yang menjanjikan pendaftaran cepat dengan imbalan tertentu patut diwaspadai, karena rawan penipuan.

Luhut menambahkan, Indonesia tahun depan diproyeksikan berpenduduk 300 juta jiwa. Bansos tunai yang tepat sasaran diharapkan menjaga daya beli masyarakat kelas bawah dan mendorong pertumbuhan kelas menengah. "Jadi bukan jumlah yang kecil, jadi market-nya makin luas dan juga nanti kelas menengah juga akan naik," tutup dia.

Kepastian teknis program baru akan diketahui setelah uji coba berjalan. Informasi lengkap mengenai syarat dan cara pendaftaran akan diumumkan pemerintah melalui kanal resmi, bukan dari pihak yang mengatasnamakan petugas di lapangan.

Reporter: Doni