500 Sumur Bor Dibangun Kodam II/Sriwijaya di 3 Kabupaten Rawan Karhutla Sumsel, 20 Titik Mulai Dikerjakan
PALEMBANG — Kodam II/Sriwijaya bergerak cepat mengantisipasi karhutla dengan memastikan ketersediaan sumber air di lapangan. Sebanyak 20 titik sumur bor tahap awal kini tengah dikerjakan prajurit TNI bersama masyarakat di tiga kabupaten rawan kebakaran.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Letkol Inf Rainer Denny Rudolf Wajong menyatakan, total 500 titik sumur bor diproyeksikan tersebar di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Progres Pembangunan Sumur Bor di Banyuasin, Muara Enim, dan OKI
"Saat ini 20 titik sumur bor mulai proses pengerjaannya di wilayah rawan karhutla Banyuasin, Muara Enim, dan OKI. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dan responsif TNI dalam memperkuat ketersediaan sumber air sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla," ujar Rainer di Palembang, Kamis.
Pengerjaan sumur bor tidak berjalan mudah. Para prajurit harus menghadapi medan berat, termasuk kondisi tanah yang sulit dan lapisan batu keras. Meski demikian, percepatan penyelesaian terus dilakukan agar sumber air segera bisa dimanfaatkan.
Mengapa Sumur Bor Menjadi Kunci Cegah Karhutla?
Pembangunan sumur bor dinilai bukan sekadar menghadirkan titik air baru. Kegiatan ini merupakan investasi ketahanan wilayah dalam menghadapi ancaman karhutla yang setiap tahun berpotensi mengganggu lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga keamanan wilayah.
Setiap sumber air yang berhasil dibangun diharapkan menjadi kekuatan nyata di lapangan. Keberadaannya mempercepat proses pemadaman, memperluas kemampuan respons, dan mencegah kebakaran meluas menjadi bencana besar.
Sinergi TNI, Pemda, dan Masyarakat
Kodam II/Sriwijaya berkomitmen mempercepat pembangunan seluruh titik sumur bor yang ditargetkan. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Pendekatan yang diambil menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api telah berkobar. Pencegahan harus dimulai dari kesiapan sumber daya, salah satunya ketersediaan air.
"Dengan target 500 titik sumur bor, kami menunjukkan komitmen untuk hadir lebih awal, bergerak lebih cepat, dan bekerja bersama masyarakat dalam menjaga hutan, lahan, dan keselamatan masyarakat," jelas Rainer.
Provinsi Sumatera Selatan sendiri memiliki 17 kabupaten dan kota yang tersebar, dengan sejumlah wilayah langganan karhutla setiap musim kemarau tiba.