Level Siaga, Erupsi Anak Krakatau Muntahkan Lava Fountain Setinggi Ratusan Meter

Lava pijar setinggi ratusan meter terpantau menyembur dari kawah Gunung Anak Krakatau saat erupsi berstatus Siaga.
Penulis: Rendra
Sabtu, 05 September 2026 | 12:01:31 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan semburan asap tebal dari erupsi yang berlangsung beruntun itu mencapai belasan kilometer ke atmosfer. Material vulkanik yang terbawa kolom erupsi berpotensi tersebar hingga melintasi batas wilayah udara Indonesia, menjangkau sejumlah negara tetangga di kawasan.

Masyarakat pesisir di sekitar Selat Sunda, khususnya yang berada di radius terlarang, diminta tidak mendekati area kawah. Imbauan itu dikeluarkan BNPB dan PVMBG menyusul eskalasi aktivitas vulkanik yang meningkat drastis dalam dua hari terakhir.

Rekaman Warga dan Karakter Erupsi yang Berubah

Video amatir yang beredar memperlihatkan kolom lava pijar menyembur vertikal dari kawah, menerangi langit malam yang gelap. Visual itu terekam dari jarak aman oleh warga yang berada di sekitar kawasan pesisir, sebelum akhirnya diunggah ke media sosial dan menjadi perhatian publik.

Fenomena lava fountain yang terekam mengindikasikan tekanan magmatik yang kuat dari dalam perut gunung. Karakter erupsi kali ini berbeda dari periode sebelumnya yang lebih didominasi letusan eksplosif dengan lontaran material piroklastik, kini aliran lava pijar keluar secara menerus.

Ancaman Lanjutan: Awan Panas dan Hujan Abu

Potensi bahaya tidak hanya berhenti pada lontaran lava. PVMBG memperingatkan adanya ancaman lanjutan berupa guguran awan panas yang dapat meluncur ke arah lereng tenggara—barat daya. Selain itu, hujan abu tipis berpotensi mengguyur permukiman yang searah dengan arah angin, mengganggu pernapasan dan mencemari sumber air bersih.

Meski status Siaga belum dinaikkan ke level tertinggi (Awas), eskalasi kegempaan yang terus menerus membuat potensi erupsi susulan masih terbuka lebar. Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari PVMBG dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Koordinasi Darurat dan Kesiapan Infrastruktur

BNPB telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan langkah evakuasi mandiri jika status kembali dinaikkan. Jalur-jalur evakuasi dan titik kumpul di desa-desa pesisir yang masuk zona rawan tengah dipetakan ulang oleh petugas gabungan.

Aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda, salah satu jalur laut tersibuk di Indonesia, juga menjadi perhatian. Maskapai penerbangan yang melintasi wilayah ini diimbau mewaspadai sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu mesin pesawat, meski hingga saat ini belum ada penutupan sementara baik untuk jalur laut maupun udara.

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api muda yang terbentuk dari sisa letusan dahsyat Krakatau pada 1883. Aktivitasnya yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan siklus erupsi yang kerap berubah-ubah secara tiba-tiba.

Reporter: Rendra