USS Zumwalt hingga Kapal Hukuman: 12 Kapal Paling Aneh yang Pernah Dipakai Angkatan Laut AS
Sejak didirikan pada 13 Oktober 1775, US Navy telah mengoperasikan berbagai jenis kapal, mulai dari kapal layar kayu abad ke-18 hingga kapal induk super modern. Publik umumnya hanya mengenal kapal induk, kapal selam, perusak, dan kapal penjelajah. Padahal, ada pula kapal rumah sakit, kapal amfibi, hovercraft, hingga kapal suplai yang tidak kalah menarik untuk dibedah.
Di antara armada yang tampak "normal" itu, terdapat sejumlah kapal yang desain atau riwayat penggunaannya sangat berbeda dari kapal pada umumnya. Kapal-kapal ini terbilang aneh baik dari segi penampilan, cara digunakan, maupun kontribusinya yang unik dalam sejarah militer Amerika Serikat.
USS Monitor: Kapal Perang Berbentuk Aneh yang Mengubah Sejarah
Salah satu kapal paling revolusioner sekaligus aneh adalah USS Monitor yang diluncurkan pada 1862. Di tengah maraknya kapal kayu berlambung tinggi, Monitor tampil sebagai kapal lapis baja (ironclad) dengan desain yang belum pernah ada sebelumnya.
Bagian deknya nyaris sejajar dengan permukaan air, menyisakan sedikit ruang untuk menara putar (revolving turret) yang menjadi ciri khasnya. Bentuk ini membuatnya sekilas mirip kapal selam, padahal ia adalah kapal permukaan. Menara tersebut memuat dua meriam smoothbore Dahlgren 15 inci yang mampu menembak ke segala arah tanpa perlu manuver kapal—sebuah terobosan besar di era taktik broadside.
USS Monitor memang tenggelam pada 1862, tetapi bukan karena serangan musuh. Kapal ini kalah oleh badai di lepas pantai Cape Hatteras, North Carolina. Kini bangkainya menjadi suaka laut nasional pertama di AS.
USS Reina Mercedes: Kapal Hukuman untuk Taruna Akademi Angkatan Laut
Berbeda dari kapal perang pada umumnya, USS Reina Mercedes (IX-25) memiliki kisah yang unik. Kapal ini awalnya adalah kapal penjelajah milik Spanyol yang ditangkap US Navy di Kuba pada 1898 saat Perang Spanyol-Amerika. Setelah sengaja ditenggelamkan oleh Spanyol, kapal ini diangkat kembali dan direnovasi untuk berbagai peran.
Fungsinya yang paling menarik terjadi antara 1912 hingga 1940. Kapal yang berlabuh di Annapolis, Maryland, ini digunakan oleh Akademi Angkatan Laut AS sebagai penjara tidak resmi. Taruna yang melakukan pelanggaran dikirim ke kapal tersebut untuk menjalani hukuman hingga dua bulan, sambil tetap mengikuti latihan dan studi mereka.
Setelah 1940, kapal ini berubah fungsi menjadi barak apung bagi personel yang bertugas di akademi. Karena posisinya yang selalu tertambat di Annapolis, kapal ini sempat dijuluki "kapal tercepat di Angkatan Laut"—sebuah plesetan karena ia tidak pernah berlayar ke mana-mana. Pada 1957, kapal bekas Spanyol ini akhirnya dijual ke perusahaan besi tua di Baltimore.
USS Wolverine: Kapal Induk Pelatihan di Tengah Danau
Keanehan USS Wolverine (IX-64) bukan terletak pada bentuknya, melainkan lokasi operasinya. Kapal ini memulai kariernya sebagai kapal uap roda samping (sidewheel steamer) sipil bernama Seeandbee yang beroperasi di Great Lakes sejak 1912.
Pada 1942, Angkatan Laut AS mengakuisisi kapal ini dan mengubahnya menjadi kapal induk. Namun, USS Wolverine tidak pernah dikirim ke medan perang Pasifik. Kapal ini justru ditugaskan untuk melatih penerbang angkatan laut di Navy Pier, Chicago. Tugasnya adalah melatih pilot melakukan prosedur lepas landas dan mendarat di atas geladak datar, jauh dari ancaman kapal selam Jerman di Samudra Atlantik.
USS Wolverine memiliki kapal saudari, USS Sable (IX-81), yang juga merupakan bekas kapal uap. Keduanya digunakan secara ekstensif selama Perang Dunia II untuk mencetak ribuan pilot yang siap bertugas di kapal induk tempur.
USS Zumwalt: Kapal Perusak Masa Depan yang Kontroversial
Jika berbicara soal kapal perang AS yang tampak aneh di era modern, USS Zumwalt (DDG-1000) adalah jawabannya. Kelas kapal perusak peluru kendali ini memiliki desain sudut yang futuristik—sangat kontras dengan kapal perusak lain yang umumnya bergaris tegas dan konvensional. Meski hanya ada tiga unit di kelasnya, Zumwalt tetap menjadi salah satu kapal paling unik yang pernah dimiliki US Navy.