IFLScience Rilis Seri Visual Tata Surya Karya Ron Miller

Matahari tampak sebagai titik cahaya menyilaukan di langit gelap Pluto, planet dengan orbit elips pada jarak rata-rata 5,91 miliar kilometer.
Penulis: Galih
Minggu, 06 September 2026 | 06:21:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Sebanyak sembilan titik observasi visual dipetakan berdasarkan jarak orbit sebenarnya mengitari pusat Tata Surya. Proyek karya ilustrator sains Ron Miller ini menyoroti bagaimana diameter sudut dan intensitas pancaran Matahari menyusut drastis saat dipandang dari tepian terluar sistem planet.

Perspektif Ekstrem dari Sabuk Terluar

Di Pluto, yang memiliki orbit sangat elips dengan jarak rata-rata 5,91 miliar kilometer, Matahari hanya tampak seperti titik cahaya menyilaukan di langit malam yang gelap.

Titik pengamatan di Neptunus diambil dari satelit alaminya, Triton, yang berjarak 4,5 miliar kilometer dari Matahari. Lanskap Triton digambarkan memiliki geiser kriovulkanik aktif yang menyembur dan menyelimuti batas cakrawala.

Dari bulan Ariel milik Uranus pada jarak 2,88 miliar kilometer, piringan sang surya kian mengecil drastis jika dibandingkan dengan pemandangan dari planet batuan di wilayah terdalam.

Panorama Saturnus, Jupiter, dan Planet Dalam

Saturnus, yang terletak 1,43 miliar kilometer dari Matahari, memperlihatkan bentang siluet cincin es raksasa yang membingkai cahaya redup tata surya di kejauhan.

Perspektif Jupiter dipotret dari sudut pandang bulan Europa pada bentang jarak 779 juta kilometer. Dari titik beku permukaan es tersebut, ukuran semu sang bintang induk tampak berkurang signifikan.

Penurunan ukuran visual juga mulai terlihat jelas dari permukaan Mars yang berjarak 228 juta kilometer, berbeda dengan penampakan familiar dari Bumi di jarak 150 juta kilometer.

Atmosfer Karbon Venus dan Medan Terdekat Merkurius

Wilayah orbit bagian dalam menyuguhkan lingkungan atmosfer yang ekstrem. Venus berada di jarak 108 juta kilometer dengan lanskap formasi vulkanik padat dan langit yang tertutup kabut tebal kaya karbon dioksida.

Merkurius mencatatkan penampakan sang surya paling masif dari jarak orbit terdekat, yakni 58 juta kilometer, di mana radiasi langsung mendominasi seluruh lanskap tanah berbatu planet tersebut.

Reporter: Galih