Warga 2 Desa di Aesesa Nagekeo Masih Bertahan di Tenda Pengungsian, Bantuan Logistik Mulai Masuk

Warga terdampak bencana di Desa Maropokot dan Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, masih bertahan di tenda pengungsian hingga saat ini.
Penulis: Rendra
Senin, 07 September 2026 | 15:19:01 WIB

NAGEKEO — Warga terdampak bencana di Kecamatan Aesesa hingga kini dilaporkan belum berani kembali menempati rumah tinggal mereka. Kondisi siaga masih menyelimuti kawasan pesisir utara tersebut, memaksa masyarakat mendirikan pemukiman sementara berupa tenda darurat.

Kondisi paling terasa terlihat di Desa Maropokot dan Desa Nangadhero. Walau sebagian warga tercatat sempat pulang dari titik evakuasi awal, rasa cemas membuat mereka memilih tidur beralaskan seadanya di luar bangunan permanen.

Bagaimana Kondisi Pengungsi di Maropokot dan Nangadhero?

Kebutuhan harian warga terdampak saat ini masih sangat bergantung pada pasokan terpusat. Keberadaan dapur umum dan posko besar menjadi tumpuan utama masyarakat untuk bertahan hidup setiap harinya.

Kepala Madrasah Aliyah (MA) Nurusa’adah Maropokot Ambo Taang mengungkapkan bahwa status kewaspadaan warga hingga kini belum turun. Aktivitas harian belum sepenuhnya pulih lantaran warga masih diliputi kekhawatiran pascabencana.

Menurut Ambo Taang, pasokan bantuan kemanusiaan menjadi faktor krusial yang mendesak disalurkan ke lokasi karena persediaan warga kian menipis.

Penyaluran Sembako dan Perlengkapan Posko Darurat

Merespons situasi tersebut, Tim Emergency Response Group (ERG) PT TIMAH (Persero) Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak di Nagekeo. Bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban ekonomi warga serta menunjang kelayakan tempat penampungan sementara.

Bantuan yang tiba di lokasi meliputi:

  • Kebutuhan pokok pangan berupa sembako untuk konsumsi harian warga.
  • Alas tidur berupa tikar bagi posko darurat dan tenda pengungsian.
  • Dukungan logistik penunjang kegiatan para pelajar di madrasah.

Sektor pendidikan di Desa Maropokot ikut menjadi sasaran distribusi. Bantuan perlengkapan dialirkan ke MA Nurusa’adah guna menunjang kebutuhan para siswa yang proses belajarnya terganggu akibat bencana.

Ambo Taang menyampaikan apresiasi atas bantuan yang masuk ke wilayahnya, terutama pengadaan tikar yang dinilai sangat membantu para siswa dan warga selama bermukim di posko pengungsian.

Reporter: Rendra