SPIRITBANGSA.COM — Indonesia dan Rusia mengunci kesepakatan kerja sama bilateral pada enam sektor strategis usai pertemuan tingkat tinggi di Vladivostok, Rusia. Kesepakatan ini membuka jalan bagi percepatan ratifikasi perdagangan bebas hingga rencana ekspansi investasi industri pupuk nasional.
Dalam lawatan ke kawasan timur Rusia itu, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama pada perhelatan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Forum ini menjadi panggung diplomasi ekonomi RI guna memperkuat ketahanan industri dalam negeri di tengah dinamika geopolitik global.
Rencana Ratifikasi Perdagangan Bebas Eurasia dan Ekspansi BUMN
Dari meja perundingan, kedua negara menyepakati dua agenda implementasi konkret. Poin pertama adalah percepatan proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan kawasan Eurasia.
Poin kedua menyangkut ketahanan agroindustri nasional. Pemerintah kedua negara menyetujui pelaksanaan kajian bersama atau joint study untuk mematangkan rencana investasi PT Pupuk Indonesia di Rusia.
Langkah korporasi pelat merah tersebut diarahkan guna menjamin pasokan bahan baku pupuk jangka panjang. Kepastian pasokan menjadi krusial untuk menopang sektor pertanian dan stabilitas pangan di tanah air.
Amankan Rantai Pasok dan Buka Akses Investasi Asing
Selain mendorong ekspansi BUMN ke luar negeri, forum bilateral ini dirancang untuk menarik modal Rusia masuk ke pasar domestik. Presiden Prabowo secara terbuka mengundang kalangan pebisnis Rusia menanamkan modal di berbagai proyek strategis Indonesia.
Kepala Negara menilai pergeseran peta geopolitik dunia saat ini menyimpan peluang besar bagi Indonesia. Situasi tersebut dinilai momentum tepat untuk memperkokoh rantai pasok strategis sekaligus memantapkan ketahanan energi nasional.
Hubungan bilateral kedua negara sendiri memiliki landasan historis yang telah berjalan lebih dari lima dasawarsa. Penguatan kerja sama enam sektor ini diharapkan mengalirkan investasi timbal balik secara konkret bagi perekonomian nasional.