MUI dan BAZNAS Terbitkan Buku Gagasan Islam Prabowo Subianto

MUI dan BAZNAS meluncurkan buku gagasan Islam Presiden Prabowo Subianto hasil kolaborasi dua lembaga tersebut.
Penulis: Redaksi
Senin, 07 September 2026 | 18:02:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Rekam jejak pemikiran keagamaan Presiden Prabowo Subianto resmi dibukukan melalui karya setebal hampir 400 halaman hasil kolaborasi dua otoritas keagamaan nasional. Penerbitan ini membedah integrasi nilai-nilai syariat ke dalam kebijakan strategis negara, mulai dari domain pertahanan hingga diplomasi internasional. Buku tersebut kini mulai didistribusikan secara resmi ke jaringan toko buku komersial.

Penyusunan naskah dikerjakan oleh tim penulis yang terdiri atas Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas, dengan Atmosphere Publishing House sebagai institusi penerbit. Buku ini dirancang untuk membedah spektrum kepemimpinan Prabowo yang selama ini belum banyak dikaji dari kacamata teologi terapan.

Tiga Sasaran Integrasi Nilai Agama dan Kebangsaan

Peluncuran kolaboratif antara Majelis Ulama Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini membawa tiga agenda pokok dalam diskursus nasional:

  • Memperkenalkan perspektif yang jarang diungkap mengenai dimensi spiritualitas dan pengamalan keislaman Prabowo Subianto.
  • Menginspirasi penerapan nilai-nilai syariat yang substantif dalam tata kelola pemerintahan yang inklusif.
  • Memperkokoh literasi keagamaan berbasis kebangsaan lewat kemitraan strategis lintas institusi Islam.

Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa esensi penerapan nilai Islam oleh seorang pemimpin negara harus berbuah pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.

"Islam bukan hanya simbol melainkan substansi yang dapat diwujudkan dalam kebijakan prorakyat," ujar KH Anwar Iskandar dalam agenda peluncuran tersebut.

Diplomasi Kemerdekaan Palestina dan Keberpihakan Sosial

Salah satu porsi pembahasan utama dalam karya ini merekam sikap diplomasi luar negeri Indonesia di bawah Prabowo. Buku tersebut mengulas konsistensi sikap sang presiden dalam mengawal hak kedaulatan rakyat Palestina pada forum-forum pertemuan tingkat global.

Sikap diplomasi ini menuai respons positif dari Duta Besar Palestina yang turut memberikan apresiasi langsung terhadap naskah dokumentasi tersebut. Dukungan intelektual dan legitimasi kultural karya ini juga diperkuat lewat keterlibatan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj.

Ketua BAZNAS Noor Achmad menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung penyebaran literasi ini. Menurutnya, pemikiran keagamaan yang ditransformasikan ke dalam tata kelola sosial-politik selaras dengan misi pemberdayaan umat miskin.

BAZNAS memandang buku ini sebagai stimulus literasi kepemimpinan yang mengutamakan perlindungan kelompok rentan serta pemberdayaan ekonomi wong cilik. Sejak peluncuran resminya, peredaran buku ini memicu diskusi luas publik di ranah digital, seiring ketersediaan fisik buku yang mulai memasuki etalase toko-toko buku nasional.

Reporter: Redaksi