Rupiah Sentuh Rp17.645 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.645 per dolar AS, tertekan kenaikan harga minyak mentah di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Penulis: Rendra
Selasa, 08 September 2026 | 09:41:32 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda terkoreksi tipis dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi meski indeks dolar AS di pasar global terpantau terkoreksi, yang seharusnya menjadi angin segar bagi mata uang negara berkembang.

Harga Minyak Jadi Beban, Dolar AS Justru Terkoreksi

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, rupiah berada dalam tekanan dari dua arah yang berlawanan. Di satu sisi, pelemahan indeks dolar berpotensi mendukung penguatan rupiah. Namun, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi beban tersendiri bagi mata uang Indonesia.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS di tengah absennya data ekonomi penting, baik dari internal maupun eksternal hari ini. Walau rupiah mungkin didukung oleh indeks dolar yang terpantau terkoreksi, namun harga minyak mentah dunia yang masih naik akibat eskalasi di Timur Tengah membebani," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Peso hingga Yen Menguat, Yuan Masih Tertekan

Pergerakan rupiah pagi ini kontras dengan mayoritas mata uang kawasan Asia yang justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin penguatan dengan apresiasi 0,72 persen, disusul won Korea Selatan yang naik 0,63 persen.

  • Peso Filipina menguat 0,16 persen
  • Dolar Singapura naik 0,12 persen
  • Ringgit Malaysia terapresiasi 0,02 persen
  • Yuan China melemah 0,01 persen
  • Dolar Hong Kong bergerak datar

Sementara di kelompok mata uang negara maju, pergerakan juga bervariasi. Euro Eropa dan dolar Kanada sama-sama menguat 0,10 persen, sementara dolar Australia menjadi satu-satunya yang terkoreksi 0,03 persen terhadap dolar AS.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Tidak adanya rilis data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri membuat pergerakan rupiah hari ini diprediksi bakal terbatas. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak konsolidatif dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Pelaku pasar disebut masih akan mencermati perkembangan harga komoditas energi dan situasi geopolitik sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Rendra