Pencarian

Erupsi Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 32 Atlet Kontingen Asian Games 2026 Dialihkan ke Surabaya

Selasa, 08 September 2026 • 17:28:32 WIB
Erupsi Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 32 Atlet Kontingen Asian Games 2026 Dialihkan ke Surabaya
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, sehingga 32 atlet dan anggota tim dialihkan ke Bandara Juanda, Surabaya.

SPIRITBANGSA.COM — Sebanyak 32 atlet dan anggota tim dari cabang olahraga basket dan anggar terpaksa mengubah rute keberangkatan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kontingen yang sedianya terbang dari Tangerang, Banten, kini dialihkan melalui Bandara Juanda, Surabaya pada malam hari untuk tetap bisa transit di Singapura dan melanjutkan penerbangan ke Jepang.

"Kami dari CdM langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan," ujar Todotua Pasaribu. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan, mengingat masih ada rombongan atlet dari cabang olahraga lain yang dijadwalkan menyusul.

Rute Alternatif via Surabaya dan Singapura

Alih rute dilakukan dengan menerbangkan 32 personel tim dari Bandara Juanda, Surabaya, pada malam hari. Dari kota tersebut, mereka tetap melanjutkan perjalanan ke Singapura dan langsung tersambung dengan penerbangan lanjutan menuju Nagoya pada malam yang sama. Skema ini dipilih untuk meminimalkan keterlambatan kedatangan di kampung atlet.

Penutupan bandara yang sempat melumpuhkan lalu lintas penerbangan di wilayah barat Indonesia ini tidak hanya berdampak pada kontingen Asian Games. Sejumlah tim sepak bola profesional dan nasional turut terkena imbasnya, di antaranya Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Timnas U-20 Indonesia yang harus menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.

Koordinasi Darurat Menkeu dan Maskapai

Todotua menyebut koordinasi dengan Kementerian Perhubungan menjadi kunci utama dalam proses pengalihan rute ini, terutama untuk memastikan ketersediaan slot penerbangan di tengah kondisi bandara yang tidak menentu. Pihak CdM juga berkomunikasi intensif dengan maskapai untuk mengamankan kursi bagi seluruh anggota tim yang terdampak.

Kekhawatiran utama saat ini bukan hanya soal jadwal terbang, tetapi juga potensi gangguan susulan apabila aktivitas vulkanik Anak Krakatau kembali meningkat. Kondisi abu vulkanik yang masih berpotensi mengganggu penerbangan membuat tim manajemen menyiapkan skenario cadangan jika penutupan bandara kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Jadwal Keberangkatan Cabor Lain Masih Menunggu

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian jadwal baru bagi rombongan atlet dari cabang olahraga lain yang belum berangkat. Todotua menegaskan pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan, dengan prioritas utama memastikan seluruh kontingen tiba di Nagoya tepat waktu sebelum pertandingan resmi dimulai.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur transportasi nasional terhadap bencana geologi. Untuk sementara, para atlet yang telah tiba di Surabaya memilih menunggu di area transit bandara sambil berkoordinasi dengan ofisial tim mengenai perkembangan informasi cuaca dan status penerbangan.

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks