Pencarian

15 Rumah Rusak Berat di Lingga Sepanjang 2026, Tertinggi Kedua di Pulau Sumatera

Selasa, 08 September 2026 • 15:11:01 WIB
15 Rumah Rusak Berat di Lingga Sepanjang 2026, Tertinggi Kedua di Pulau Sumatera
Petugas mengevakuasi material bangunan rumah warga yang rusak berat di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, akibat bencana alam.

LINGGA — Angka rumah rusak berat di Kabupaten Lingga pada 2026 mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Data BNPB menunjukkan tren kenaikan signifikan setelah sempat menyentuh titik terendah sepanjang sejarah pencatatan pada 2020.

Peningkatan 11 unit dibandingkan tahun 2023 ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Pasalnya, rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir mencapai 277,38 persen, jauh melampaui rata-rata lima tahun terakhir yang hanya 153,10 persen.

Lonjakan 600 Persen Pernah Terjadi pada 2021

Sepanjang periode pencatatan 2012 hingga 2026, nilai tertinggi rumah rusak berat di Lingga terjadi pada 2012 dengan 29 unit. Adapun nilai terendah tercatat pada 2020 dengan hanya 1 unit.

Peningkatan paling tajam dalam sejarah terjadi pada 2021 dengan pertumbuhan 600 persen. Sebaliknya, penurunan paling dalam tercatat pada 2013 yang anjlok 89,66 persen dibanding tahun sebelumnya.

Peringkat Nasional Kabupaten Lingga Naik Drastis

Dengan 15 unit rumah rusak berat, Lingga kini berada di peringkat 45 secara nasional. Posisi ini merupakan lompatan besar mengingat pada 2023 wilayah tersebut masih menempati peringkat 52 di Pulau Sumatera.

Secara historis, angka tahun 2026 berada di atas rata-rata tahunan Lingga yang hanya 8,86 unit. Data BNPB juga mencatat fluktuasi cukup dinamis, dengan dua kali kenaikan, tiga kali penurunan, dan satu periode stagnan dalam tujuh tahun terakhir.

Bagaimana Perbandingannya dengan Wilayah Lain?

Nilai 15 unit yang dicatat Lingga setara dengan Kabupaten Pekalongan di Pulau Jawa. Namun, pertumbuhan 275 persen yang dialami Lingga merupakan tertinggi kedua di antara wilayah pembanding, hanya kalah dari Kabupaten Kepulauan Sula yang mencatat pertumbuhan 1.200 persen.

Beberapa wilayah lain menunjukkan tren berbeda. Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Banyuasin sama-sama mencatat 16 unit, masing-masing turun 11,11 persen dan naik 33,33 persen. Sementara Kabupaten Bima mencatat 14 unit atau turun 26,32 persen dibanding tahun sebelumnya.

Anomali sempat terjadi pada 2020 ketika angka rumah rusak berat di Lingga hanya 1 unit, jauh di bawah rata-rata keseluruhan periode. Setelah tahun tersebut, data menunjukkan pergerakan kenaikan konsisten hingga 2026.

Sumber: databoks.katadata.co.id

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks