Badan Geologi Catat Enam Erupsi Strombolian Anak Krakatau, Status Siaga Level III Dipertahankan
SPIRITBANGSA.COM — Enam erupsi tipe Strombolian kembali tercatat dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak episode erupsi menerus berakhir pada Sabtu (6/9) dini hari. Badan Geologi mempertahankan status Level III (Siaga) dan melarang aktivitas warga dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah. Kembalinya erupsi strombolian ini diinterpretasikan sebagai akhir sementara dari rangkaian letusan menerus yang berlangsung sekitar 25 jam.
Rekaman Kegempaan dan Durasi Episode Letusan Menerus
Episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam tercatat mulai 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB. Setelah periode tersebut berakhir, kegempaan pada rentang 7-8 September masih merekam aktivitas signifikan di bawah permukaan.
Badan Geologi mendata sebanyak 2 kali gempa erupsi, 4 kali gempa hembusan, dan 76 kali gempa low frequency dalam dua hari terakhir. Selain itu, terekam pula 100 kali gempa hybrid atau fase banyak, 8 kali gempa vulkanik dangkal, serta 9 kali gempa vulkanik dalam.
Rekomendasi Radius Aman dan Imbauan Kesehatan Warga
Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tidak mendekati pusat aktivitas gunung dalam radius tiga kilometer. Potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga kemungkinan aliran lava disebut masih mengancam apabila erupsi menerus terulang kembali.
Warga yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau mengenakan masker untuk melindungi saluran pernapasan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak resmi PVMBG di nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di (0254) 651449.
Empat Bandara Sempat Ditutup, Operasional Kembali Normal Selasa Dini Hari
Dampak abu vulkanik sempat melumpuhkan lalu lintas udara di Jawa dan Sumatera pada 6-7 September 2026. Sedikitnya empat hingga enam bandara terpaksa menghentikan operasional sementara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta di Banten, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Radin Inten II di Lampung, dan Bandara Budiarto Curug.
Memasuki Selasa dini hari (8/9), tiga bandara utama yakni Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara resmi dibuka kembali. Penerbangan beroperasi normal setelah hasil pengujian paper test memastikan kondisi abu vulkanik sudah aman. Bandara Soekarno-Hatta misalnya, kembali melayani penerbangan mulai pukul 00.01-00.30 WIB.
Walhi Dorong Evaluasi Mitigasi Bencana dan Infrastruktur Transportasi
Organisasi lingkungan Walhi menilai rangkaian erupsi ini menjadi momentum evaluasi kesiapsiagaan mitigasi bencana nasional. Penilaian tersebut mencakup keselamatan publik, kesehatan lingkungan akibat paparan abu vulkanik jangka panjang, serta ketahanan infrastruktur transportasi dalam menghadapi gangguan serupa di masa depan.
Peristiwa ini menjadi pengingat atas ancaman vulkanik yang berada di jalur strategis penerbangan nasional. Koordinasi antara pusat vulkanologi, otoritas bandara, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam meminimalkan dampak gangguan operasional yang lebih luas.