Modifikasi Motor Listrik di Indonesia Bergeser ke Performa dan Tampilan

Pegiat kendaraan listrik Hendro Sutono memaparkan pergeseran tren modifikasi motor listrik di Indonesia.
Penulis: Galih
Kamis, 10 September 2026 | 10:41:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Pegiat kendaraan listrik sekaligus Admin KOSMIK Indonesia, Hendro Sutono, memaparkan pergeseran ini kepada Otomotif pada Rabu (9/9/2026). Menurutnya, pendekatan modifikasi motor listrik (molis) memang berbeda fundamental dibanding motor berbahan bakar bensin.

Pemrograman Controller Gantikan Bore Up dan Porting Polish

Pada motor konvensional, peningkatan tenaga menuntut pengerjaan fisik pada mesin. Mulai dari bore up, porting polish, sampai racikan CVT dan rasio gir. Semua butuh bongkar-pasang komponen dan biaya yang bisa dicicil bertahap.

Motor listrik menempuh jalur lain. Karakter akselerasi, besaran arus listrik, hingga sistem pengereman regeneratif diatur langsung lewat controller yang terhubung ke komputer atau ponsel pintar.

"Sebaliknya, modifikasi performa molis jauh lebih bersih cukup menggunakan laptop/smartphone, multitester, dan software mapping," kata Hendro Sutono.

Artinya, pemilik tidak perlu membongkar komponen mekanis untuk mengubah karakter tenaga. Cukup menghubungkan perangkat ke controller, lalu memetakan ulang parameter arus dan respons gas.

Baterai Lithium High-Discharge Jadi Biaya Terbesar di Awal

Meski prosesnya lebih praktis, skema biaya modifikasi performa motor listrik tetap berat. Hambatan utamanya muncul di depan, bukan bertahap seperti motor bensin.

"Namun, hambatan biayanya langsung besar di awal karena keharusan membeli sel baterai lithium high-discharge berharga tinggi agar controller dan BLDC bisa bekerja maksimal," ujar Hendro Sutono.

Tanpa baterai yang mampu melepas arus besar, controller dan motor BLDC tidak bisa bekerja pada batas maksimalnya. Di sinilah pengeluaran terbesar biasanya terjadi.

Dua Aliran Visual: Sleeper dan Cyberpunk

Di sektor tampilan, tren modifikasi motor listrik juga berkembang. Hendro menyebut setidaknya ada dua aliran yang dominan saat ini.

Pertama, konsep Sleeper. Motor listrik seperti Vespa matik atau molis komunal dibiarkan tampil standar, tapi ditenagai listrik yang buas. Pendekatan ini mengandalkan kejutan performa tanpa mengubah wajah kendaraan.

Kedua, konsep Cyberpunk atau Proper Matic yang menonjolkan kesan futuristis pada molis modern. Garis desain tegas dan aksen teknologi jadi ciri utamanya.

"Di sektor tampilan, trennya terbagi antara gaya Sleeper yang mengubah motor listrik seperti Vespa matik atau molis komplek menjadi bertenaga listrik buas dan konsep Cyberpunk/Proper Matic pada molis modern," ujar Hendro Sutono.

Kaki-Kaki Wajib Ikut Diperkuat

Lonjakan torsi instan pada motor listrik menuntut penyesuaian di sektor kaki-kaki. Bobot baterai yang berat memperbesar beban pada suspensi dan sistem pengereman.

Karena itu, pemilik motor listrik yang mengejar performa biasanya ikut memperbarui suspensi, pelek, dan sistem pengereman cakram ganda. Tujuannya menjaga kestabilan saat akselerasi dan pengereman mendadak.

Pergeseran tren ini menandakan komunitas motor listrik Indonesia mulai matang. Modifikasi tidak lagi berhenti di urusan kosmetik, tapi menyentuh cara kendaraan bekerja sehari-hari.

Reporter: Galih