Dinda Hauw dan Rey Mbayang Tunda Promil Anak Perempuan, Fokus Bangun Rumah Dulu
SPIRITBANGSA.COM — Dinda Hauw dan Rey Mbayang memilih menunda program kehamilan anak ketiga meski mendambakan anak perempuan. Pasangan yang menikah 10 Juli 2020 ini ingin menyelesaikan pembangunan rumah baru sebelum kembali menjalani promil. Simak alasan lengkap dan cerita di balik keputusan mereka.
Dinda Hauw dan Rey Mbayang mengungkapkan keinginan menambah momongan, tapi belum berencana menjalani program hamil dalam waktu dekat. Keduanya sepakat menunda promil anak ketiga sampai proyek rumah baru mereka rampung.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Dinda dalam sebuah wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Insertlive.
Alasan Tunda Promil: Rumah Baru Jadi Prioritas
Dinda menyebut bahwa dirinya dan Rey Mbayang masih fokus membangun rumah. Rencana promil anak perempuan kemungkinan baru dipertimbangkan setelah rumah selesai dan mereka pindah ke sana.
"Nambah anak kayaknya nanti dulu ya. Pengen sih anak perempuan cuman nanti dululah, apalagi kite berdua lagi bangun rumah," ujar Dinda Hauw.
Meski begitu, perempuan 29 tahun ini belum bisa memastikan kapan program hamil tersebut akan dimulai.
"Doain ya teman-teman semuanya jadi masih belum tahu. Mungkin setelah pindah ke rumah baru," tuturnya.
Progres Rumah Baru: Struktural Beres, Tinggal Finishing
Rey Mbayang memberikan kabar terbaru soal pembangunan rumah mereka. Bagian struktural disebut sudah selesai, tinggal tahap finishing yang butuh waktu cukup lama.
"Doain semuanya yah. strukturalnya sudah beres alhamdulillah tinggal finishing, cuman tinggalnya itu yang sebenarnya butuh waktu cukup lama. Yang pasti kita minta doanya, bangun rumahnya dilancarkan, semoga rumahnya banyak bawa berkah buat kita," kata Rey Mbayang.
Keinginan Anak Perempuan dan Maknanya bagi Rey
Rey Mbayang sebelumnya menjelaskan alasan dirinya mendambakan anak perempuan. Menurut aktor asal Manado ini, kehadiran anak perempuan sering menjadi perekat dan pemersatu keluarga.
"Pengennya penutupnya anak perempuan. Soalnya yang kita lihat sejauh ini dari saudara-saudara sekeliling anak perempuan tuh keknya bisa nyatuin keluarga gitu," tutur Rey Mbayang dikutip dari YouTube Maia Al El Dul TV.
Bagi Rey, kehadiran anak perempuan juga menjadi proses refleksi diri. Ia ingin memastikan nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini tercermin pada cara anak-anaknya memperlakukan pasangan mereka nanti.
"Anak kita bakal nikah sama anak orang perempuan, jadi otomatis kita refleksi aja. Kita enggak mau anak perempuan kita diginiin, ya kita perlakukan baik juga anak perempuan istri anak-anak kita nanti," ungkapnya.
Cerita Keguguran Bayi Kembar Dinda Hauw
Jauh sebelum keinginan promil anak ketiga muncul, Dinda Hauw pernah mengalami keguguran saat hamil anak kembar. Kejadian itu berlangsung sebelum kelahiran anak keduanya.
"Soalnya aku kemarin sempat keguguran sebelum anak yang kedua. Nah itu kembar kalau jadi," kata Dinda Hauw.
Saat itu usia kehamilannya sudah masuk dua bulan. Dinda sempat melihat hasil USG yang menunjukkan dua kantong janin.
"Dua bulan (usia kehamilan) tapi ada dua kantong," tutur Dinda Hauw.
"Dua detak jantung udah ada," imbuh Rey Mbayang.
Dinda mengaku sedih harus kehilangan calon dua anak kembarnya. Ia bahkan tidak menyadari sedang hamil kembar kala itu.
"Ya sedih pasti cuman memang itu kita juga enggak tahu kalau aku hamil, tahunya pas belakangan. Pas udah keguguran baru kaya oh iya ya," tuturnya.
Dua Putra yang Sudah Lahir
Pasangan yang menikah 10 Juli 2020 melalui proses taaruf ini telah dikaruniai dua orang putra, yaitu Arshakalif Muhammad Mbayang dan Arashkaba Muhammad Mbayang. Keputusan menunda promil disepakati bersama demi kenyamanan serta fokus keluarga menyelesaikan proyek rumah baru.
Bagi Bunda yang tengah mempertimbangkan promil atau menunda kehamilan, keputusan Dinda dan Rey menunjukkan bahwa timing setiap keluarga bisa berbeda. Kesiapan fisik, mental, dan situasi keluarga menjadi pertimbangan penting sebelum menambah momongan.