Tebing Batu Sawar Nateh HST Punya 2 Jalur Panjat Baru Setinggi 90 Meter

Pemanjat menaiki jalur petualangan setinggi 90 meter di Tebing Batu Sawar, Desa Nateh, Hulu Sungai Tengah.
Penulis: Wahyu
Kamis, 24 September 2026 | 11:01:00 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Desa Nateh di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, kini memiliki dua jalur panjat tebing baru di Tebing Batu Sawar yang dibuka pada 18–20 September 2026. Jalur petualangan setinggi 90 meter dan jalur rekreasi 20 meter itu digarap bersama FPTI Kalsel, komunitas pemanjat, dan warga setempat. Pengembangan kawasan ini menyusul potensi Pegunungan Meratus yang selama ini lebih dikenal sebagai tujuan pendakian ketimbang panjat tebing.

Dosen Pendidikan Komputer FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Nuruddin Wiranda, mendorong pengembangan wisata panjat tebing di Desa Nateh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Pria yang akrab disapa Wira itu menyiapkan pemetaan wilayah berbasis teknologi untuk menjangkau pemanjat dalam dan luar negeri.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut keterlibatannya dalam pembukaan dua jalur baru di Tebing Batu Sawar pada 18–20 September 2026. Pembukaan jalur melibatkan FPTI Kalimantan Selatan, FPTI Hulu Sungai Tengah, Vertical Rescue Kalsel, TRM, Skasaba Rescue, Gambah Training Center, LEO Outdoor HST, Murakata Outdoor Service, Sispala Tunas Banua, Mapala Uniska, Ranix Climbing Club, HST Sport Climbing, Pemanjat Kalcer, BPK Rama, pengelola Wisata Goa Sawar, dan masyarakat Desa Nateh.

Dua Jalur Baru di Tebing Batu Sawar

Jalur pertama adalah panjat petualangan (adventure climbing) setinggi 90 meter. Jalur kedua berupa panjat rekreasi (fun climbing) setinggi 20 meter, cocok untuk pemanjat pemula yang baru mencoba olahraga ini.

Perbedaan ketinggian itu memberi pilihan: pendaki berpengalaman bisa menguji daya tahan di dinding tinggi, sementara pemula atau keluarga bisa mencoba jalur pendek lebih dulu. Kolaborasi lintas komunitas jadi kunci pembukaan jalur ini.

Potensi Alam Desa Nateh

Desa Nateh berada di kawasan Pegunungan Meratus dengan bentang alam berupa pegunungan, sungai berbatu, dan gua. Kombinasi itu, menurut Wira, membuat desa ini layak dikembangkan sebagai destinasi wisata petualangan.

Kedekatan Tebing Batu Sawar dengan Wisata Goa Sawar membuka peluang paket kunjungan gabungan. Pemanjat bisa menjajal dinding tebing, lalu melanjutkan penelusuran gua di hari yang sama.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Panjat tebing jalur petualangan 90 meter untuk pemanjat berpengalaman
  • Panjat rekreasi 20 meter untuk pemula dan peserta keluarga
  • Penelusuran gua di kawasan Wisata Goa Sawar
  • Susur sungai berbatu dan trekking ringan di kaki Pegunungan Meratus
  • Dokumentasi foto dan video dari titik pandang tebing

Wira menekankan pengembangan aktivitas petualangan harus ramah lingkungan. Pemanfaatan ekosistem alam dilakukan secara bertanggung jawab agar kawasan tetap lestari.

Dampak Ekonomi bagi Warga

Pengembangan wisata panjat tebing diharapkan membuka lapangan usaha baru. Warga bisa menyediakan jasa pemanduan, penyewaan perlengkapan, transportasi, konsumsi, hingga penginapan.

Usaha lokal pendukung wisata ikut terdorong, mulai warung makan sampai jasa antar-jemput dari kota terdekat. Skema ini menempatkan masyarakat Desa Nateh sebagai penerima manfaat utama, bukan sekadar penonton.

Cara Menuju Lokasi

Desa Nateh berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Dari Banjarmasin, perjalanan darat menuju kawasan Pegunungan Meratus memakan waktu beberapa jam. Informasi rute terkini, kondisi jalan, dan titik awal pendakian dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau komunitas FPTI Hulu Sungai Tengah.

Tips Berkunjung

Panjat tebing termasuk olahraga berisiko tinggi. Gunakan perlengkapan standar dan dampingi pemula dengan pemandu berpengalaman. Cek kondisi cuaca sebelum berangkat karena hujan membuat dinding tebing licin.

Bawa air minum, alas kaki cengkeram, dan jaket tipis untuk suhu pegunungan. Hormati aturan adat serta kebiasaan warga desa, dan bawa kembali sampah turun dari lokasi.

Untuk kunjungan pertama, alokasikan dua hari satu malam agar sempat mencoba jalur rekreasi dan menjelajah Goa Sawar. Konfirmasi jadwal pemandu dan ketersediaan perlengkapan lebih dulu lewat komunitas pemanjat setempat.

Reporter: Wahyu