FEKDI x IFSE 2026 Resmi Dibuka, Transaksi Digital Agustus Tembus 6,11 Miliar

Pembukaan FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center, 24 September 2026.
Penulis: Wahyu
Minggu, 27 September 2026 | 08:01:31 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Bank Indonesia bersama OJK dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 di Jakarta International Convention Center, 24-26 September 2026. Ajang tahunan ini menyatukan Rakornas Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Daerah dalam satu panggung, dengan transaksi ekonomi keuangan digital Agustus 2026 yang sudah menembus 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36% secara tahunan.

Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 melibatkan lima institusi utama: Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Acara dibuka langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam seremoni pembukaan, termasuk Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Airlangga Hartarto menyoroti posisi ekonomi digital nasional yang disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Nilainya mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan menembus USD180-340 miliar pada 2030.

"Ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD180-340 miliar pada 2030," ujar Airlangga.

Proyeksi itu menempatkan inovasi dan pengembangan talenta digital sebagai pekerjaan rumah utama. Tanpa keduanya, potensi pasar yang besar tidak otomatis terkonversi jadi pertumbuhan inklusif.

QRIS dan BI-FAST Jadi Motor Transaksi

Data Bank Indonesia menunjukkan akseptasi QRIS sudah menjangkau 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant per Agustus 2026. Dari sisi infrastruktur ritel, BI-FAST mencatatkan volume 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun.

Pertumbuhan transaksi ekonomi keuangan digital sebesar 40,36% (yoy) pada Agustus 2026 menjadi angka tertinggi yang dipublikasikan dalam ajang ini. Pendorong berikutnya adalah penggunaan Kartu Kredit Indonesia yang terus meningkat.

Destry Damayanti: Akselerasi Digital di Tengah Ketidakpastian Global

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan transformasi digital perlu terus diakselerasi di tengah prospek ekonomi global yang belum kuat, ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi, serta risiko digital yang semakin kompleks.

"FEKDI x IFSE 2026 menjadi wujud nyata sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui kebijakan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi. Transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ujar Destry.

Dia menekankan akselerasi tersebut perlu didukung penguatan keamanan sistem pembayaran dan pelindungan konsumen, sejalan dengan semangat Sinergi Merah Putih.

OJK: Inovasi Harus Beri Manfaat ke Ekonomi Riil

Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi yang semakin canggih. Fokusnya adalah memastikan inovasi memberikan manfaat nyata bagi ekonomi riil.

"Karena itu, inovasi harus tumbuh dalam ekosistem yang aman, inklusif, dan didukung sinergi yang kuat," ujar Friderica.

Inflasi Agustus 2026 Terjaga di 3,19%

FEKDI x IFSE 2026 juga menjadi momentum Rakornas Pengendalian Inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah. Sinergi ini dinilai kunci menjaga stabilitas harga sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pada Agustus 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen terjaga di level 3,19% (yoy), masih dalam kisaran sasaran 2026 sebesar 2,5% plus-minus 1%. Inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) tercatat 4,06% (yoy).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan atensi tinggi pada pengendalian inflasi daerah. Koordinasi dengan seluruh kepala daerah dilakukan intensif, mencakup perkembangan harga komoditas per wilayah, komoditas yang perlu perhatian khusus, hingga solusi menjaga stabilitas harga.

Bank Indonesia bersama Pemerintah memperkuat bauran kebijakan dan sinergi TPID/TPIP melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan dan Stabilitas Harga (GPIPS), sekaligus mengantisipasi risiko gangguan cuaca El Nino.

TPID Awards dan Championship TP2DD

Rangkaian acara FEKDI x IFSE 2026 disinergikan dengan Rakornas Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Pada kesempatan yang sama digelar penganugerahan TPID Awards dan Championship TP2DD atas inovasi efisiensi tata kelola daerah.

Bagi pelaku industri fintech dan sistem pembayaran, gelaran tiga hari ini menjadi ajang mengukur arah kebijakan regulator sekaligus memetakan peluang ekspansi di segmen QRIS, BI-FAST, dan kartu kredit domestik.

Reporter: Wahyu