Hutama Karya Bangun Integrated Building Bandara Soekarno-Hatta, Beroperasi Februari 2027

PT Hutama Karya menggarap Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta dengan target operasional Februari 2027.
Penulis: Wahyu
Minggu, 27 September 2026 | 08:41:02 WIB

SPIRITBANGSA.COM — PT Hutama Karya (Persero) menggarap Integrated Building di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan target operasional pada Februari 2027. Fasilitas seluas 60.000 meter persegi ini dirancang sebagai titik temu antar moda transportasi dalam satu kawasan. Kehadirannya diharapkan mempermudah perpindahan penumpang antara Skytrain, Kereta Bandara, kendaraan pribadi, hingga angkutan antarkota.

Proyek ini menempati lahan 18.487 meter persegi di antara Terminal 1 dan Terminal 2. Posisi strategis tersebut membuat gedung ini menjadi penghubung utama bagi penumpang yang berpindah dari satu moda ke moda lain tanpa harus keluar dari kawasan bandara.

Fasilitas dan Tata Ruang

Integrated Building terdiri atas Gedung Sayap Selatan dengan dua lantai dan Gedung Sayap Utara dengan tiga lantai, termasuk mezzanine. Di dalamnya tersedia area parkir, drop-off dan pick-up, ruang tunggu penumpang, serta area komersial.

Tata ruang bangunan dirancang untuk mendukung pergerakan penumpang, kendaraan, dan perpindahan antarmoda. Pembangunan menggunakan material utama besi dan beton, dengan pasokan besi berasal dari Surabaya dan beton dari wilayah sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

Dari sisi desain, gedung ini menggabungkan gaya modern-kontemporer dengan unsur budaya lokal. Fasadnya menggunakan panel Glass-Fiber Reinforced Concrete (GRC) berwarna oranye-terakota bermotif Mega Mendung khas batik Cirebon. Panel disusun modular dan berlubang, dipadukan dengan void yang menghadirkan ruang hijau di dalam bangunan.

Mengapa Konstruksi di Bandara Aktif Lebih Rumit

Membangun di kawasan bandara yang tetap beroperasi menghadirkan tantangan tersendiri. Aktivitas penerbangan dan mobilitas penumpang berjalan setiap hari, sementara pekerjaan konstruksi berlangsung di sisi lain kawasan.

"Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pengendalian pekerjaan yang baik, mulai dari pelaksanaan konstruksi hingga aspek keselamatan dan keamanan. Hutama Karya menerapkan prinsip Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan proses konstruksi berlangsung secara aman dan tertib," ujar Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani dalam keterangan tertulis Sabtu (26/9/2026).

Untuk mengendalikan pekerjaan, Hutama Karya menggunakan Building Information Modelling (BIM) 5D. Pemodelan digital ini membantu tim melihat keterkaitan antarpekerjaan, mendeteksi potensi clash, serta mengendalikan pekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal, elektrikal, serta plumbing (MEP). BIM 5D juga dipakai untuk menghitung kebutuhan material utama.

Dampak bagi Penumpang dan Mobilitas Kawasan

Bagi penumpang, Integrated Building menjanjikan perpindahan yang lebih singkat antar moda. Penumpang Kereta Bandara yang hendak melanjutkan perjalanan dengan bus antarkota, misalnya, tidak perlu lagi berpindah bangunan secara terpisah.

Fasilitas ini juga melayani pengguna taksi, kendaraan pribadi, dan shuttle bus. Area komersial di dalamnya memberi ruang bagi penumpang untuk beristirahat atau membeli kebutuhan selama menunggu jadwal keberangkatan.

Hutama Karya menyatakan komitmennya mendukung pengembangan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas di salah satu bandara tersibuk di Indonesia.

Penutup: Jika target terpenuhi, Integrated Building bakal beroperasi pada Februari 2027 dan mengubah cara penumpang berpindah antar moda di Soekarno-Hatta. Proyek ini menambah daftar pekerjaan Hutama Karya di sektor infrastruktur transportasi, sejalan dengan kebutuhan konektivitas kawasan bandara yang terus meningkat.

Reporter: Wahyu