Saham GOTO dan DADA Anjlok 14% Usai BEI Hapus Batas Harga Gocap
SPIRITBANGSA.COM — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kompak anjlok 14% ke Rp 43 per saham pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026). Penurunan ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia resmi menghapus batas minimum harga saham Rp 50 menjadi Rp 1 per saham.
Berdasarkan data RTI Business, GOTO terpantau turun hingga Auto Reject Bawah (ARB) ke level Rp 43 per saham sekitar pukul 09.15 WIB. Saham GOTO sebelumnya tidak bergerak dari level Rp 50 alias gocap selama sekitar tiga bulan terakhir perdagangan.
Volume perdagangan saham GOTO pagi ini tercatat 59,45 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 2,56 miliar. Frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 2.562 kali.
DADA dan BABP Ikut Terpeleset dari Level Gocap
Selain GOTO, emiten yang dikenal sebagai saham investor ritel, DADA, juga melemah 14% ke harga Rp 43 per saham. Saham DADA diketahui mentok pada level gocap sepanjang tahun 2026 dan kini melemah 14% sepanjang tahun ini.
Saham milik pengusaha Hari Tanoesoedibjo, PT Bank MNC International Tbk (BABP), ikut terpeleset dari harga Rp 50. BABP tercatat melemah 14% ke harga Rp 43 per saham.
BEI Hapus Batas Harga Rp 50 demi Likuiditas dan Price Discovery
BEI resmi menghapus batas minimum harga saham Rp 50 menjadi Rp 1 per saham mulai hari ini. Langkah ini dilakukan untuk memberi likuiditas terhadap saham-saham yang selama ini terkunci di level gocap dan mendorong pembentukan harga yang lebih wajar.
"Sebagian besar dari saham yang saat ini ada di harga Rp 50 adalah saham-saham yang tidak likuid. Jadi tentu tujuannya adalah untuk memberikan likuiditas kepada investor yang selama ini tidak bisa mendapatkan likuiditas dari saham-saham tersebut, itu tujuan utamanya. Dan yang kedua adalah price discovery, pembentukan harganya adalah di harga yang lebih wajar," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI.
Tekanan Jual GOTO Sejak Awal Tahun
GOTO tercatat melemah 14% sepanjang perdagangan tiga bulan terakhir. Jika diakumulasi sepanjang tahun 2026, saham GOTO sudah melemah 32,81%.
Penghapusan batas harga gocap membuka ruang bagi saham-saham tidak likuid untuk bergerak lebih bebas. Bagi investor, perubahan ini berarti risiko penurunan harga menjadi lebih besar karena tidak ada lagi lantai harga Rp 50 yang menahan laju jual.